Topan Noul Hantam China Selatan: Penerbangan Malaysia Airlines dan AirAsia ke Hong Kong-Shenzhen Dibekukan
Baca dalam 60 detik
- Malaysia Airlines membatalkan empat rute dari Kuala Lumpur ke Shenzhen dan Hong Kong pada 25-26 Juli imbas badai tropis Noul.
- AirAsia juga menunda atau membatalkan sejumlah jadwal ke Shenzhen, Hong Kong, dan Guangzhou, menyusul peringatan cuaca ekstrem.
- Otoritas China sudah mengevakuasi 20.000 warga Guangdong; penumpang dari Indonesia yang transit di KL kena imbas langsung.

Badai tropis Noul yang menerjang pesisir selatan China sejak akhir pekan lalu memaksa Malaysia Airlines menghentikan sementara empat jadwal penerbangannya dari Kuala Lumpur ke Shenzhen dan Hong Kong. Maskapai tersebut, bersama AirAsia, mengambil langkah serupa demi keselamatan setelah BMKG setempat merilis peringatan dini gelombang tinggi dan angin kencang yang diprakirakan berlangsung hingga Rabu (26/7).
Menurut pernyataan resmi Malaysia Airlines, rute yang dibatalkan pada 25–26 Juli meliputi MH522 (Kuala Lumpur–Shenzhen), MH523 (Shenzhen–Kuala Lumpur), MH078 (Kuala Lumpur–Hong Kong), serta MH079 (Hong Kong–Kuala Lumpur). Seorang juru bicara maskapai menegaskan bahwa pengawasan terus dilakukan dan pembaruan akan diumumkan langsung kepada penumpang terdaftar melalui surel atau SMS. “Keselamatan penumpang dan awak adalah prioritas utama,” tulisnya dalam keterangan yang dikutip dari situs resmi maskapai.
AirAsia tak ketinggalan menyesuaikan jadwal. Dari pantauan status penerbangan, AK126 jurusan Kuala Lumpur–Shenzhen pada Minggu (25/7) resmi dibatalkan, sementara AK122 dan AK128 di rute yang sama mengalami penundaan. Dua penerbangan lain—AK138 Kuala Lumpur–Hong Kong dan AK112 Kuala Lumpur–Guangzhou—juga tertahan di bandara. Kebijakan ini berdampak langsung pada penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke berbagai kota di China daratan.
Bagi pelancong asal Indonesia, gangguan ini menjadi peringatan dini. Banyak wisatawan atau pebisnis Tanah Air yang menggunakan Kuala Lumpur sebagai hub menuju Hong Kong dan Shenzhen. Kementerian Luar Negeri RI melalui perwakilan di Kuala Lumpur dan Guangzhou mengimbau para WNI untuk memantau informasi terkini dan menghubungi maskapai jika hendak merubah jadwal. Opsi pengembalian dana atau pemesanan ulang tanpa biaya tambahan dalam 30 hari sejak jadwal asli, sebagaimana ditawarkan Malaysia Airlines, menjadi jalan keluar yang paling memungkinkan.
Para ahli meteorologi memprediksi Noul akan terus bergerak ke arah barat laut setelah mendarat di Guangdong, berpotensi melemah menjadi depresi tropis. Namun, dampak sisa seperti hujan lebat dan angin kencang masih akan terasa di Hong Kong dan Makau selama 24–48 jam ke depan. Maskapai yang beroperasi di kawasan itu, termasuk Singapore Airlines dan Cathay Pacific, sudah menyiapkan rencana kontingensi. Pertanyaannya, seberapa cepat normalisasi jadwal setelah badai berlalu? Jika pola tahun-tahun sebelumnya menjadi acuan, pemulihan total bisa memakan waktu hingga tiga hari, mengingat proses pengecekan landasan dan infrastruktur bandara wajib dilakukan secara ketat.



