Jeff Bezos Dikabarkan Masuk Konsorsium Investasi Liverpool: Sinyal Perubahan Kepemilikan?
Baca dalam 60 detik
- Jeff Bezos, pendiri Amazon, dikabarkan diajak bergabung dalam konsorsium yang dipimpin Amit Bhatia untuk membeli 30% saham Liverpool FC.
- Langkah ini muncul di tengah kondisi finansial Liverpool yang kuat, dengan pendapatan rekor ยฃ700 juta, memicu spekulasi tentang strategi jangka panjang FSG.
- Jika terealisasi, investasi Bezos akan menjadi langkah pertamanya di sepak bola global, menambah daftar miliarder yang masuk ke Premier League.

Nama Jeff Bezos, pendiri Amazon dan orang terkaya keempat dunia dengan kekayaan mencapai $256,9 miliar, tiba-tiba mencuat dalam pusaran calon investor Liverpool. Kabar ini menambah kejutan di tengah musim panas yang biasanya dipenuhi rumor transfer pemain, bukan pergantian pemilik saham.
Hanya sehari setelah konsorsium yang dipimpin pengusaha India-Inggris Amit Bhatia menyatakan minat membeli 30% saham klub Anfield, muncul laporan bahwa Bezos telah didekati untuk ikut serta. Bhatia, menantu miliarder Lakshmi Mittal, baru saja melepas sahamnya di Queens Park Rangers, langkah yang diyakini membuka jalan bagi akuisisi minoritas di Liverpool. Baik perwakilan Bhatia maupun Fenway Sports Group (FSG) enggan berkomentar soal keterlibatan Bezos.
Jika bergabung, Bezos akan menjadi nama paling bergengsi di antara investor potensial. Meski belum pernah berinvestasi di olahraga, ia pernah mendekati pembelian klub NFL Washington Commanders dan Seattle Seahawks, namun urung. Kini, sepak bola Inggris menjadi target barunya. Nilai akuisisi 30% saham Liverpool diperkirakan mencapai ยฃ1,35 miliar, berdasarkan valuasi klub sekitar ยฃ4,5 miliar menurut Financial Times.
Konteks finansial Liverpool saat ini sangat berbeda dibandingkan saat FSG menjual saham minoritas ke Dynasty Equity pada 2023. Kala itu, dana digunakan menutup kerugian pandemi dan membiayai renovasi stadion serta pusat pelatihan. Kini, klub dalam posisi kuat dengan pendapatan rekor dan peringkat tertinggi di Deloitte Football Money League. Pertanyaannya, mengapa FSG justru membuka pintu bagi investor baru? Analis menilai ini bisa jadi sinyal bahwa FSG, yang telah memenangkan hampir semua trofi bersama Liverpool, mulai mempertimbangkan exit strategy jangka panjang.
Keputusan ini juga datang di tengah masa transisi Liverpool. Pelatih baru Andoni Iraola mulai bekerja, namun direktur sepak bola Michael Edwards telah mundur, dan direktur olahraga Richard Hughes dikaitkan dengan Al Hilal. Ketidakpastian di level manajemen menambah keruh situasi. Neil Atkinson, CEO The Anfield Wrap, mengingatkan pentingnya mempertanyakan motif investor. โApa yang mereka cari? Bagi orang sekaya Bezos, omzet tahunan Liverpool mungkin tidak signifikan. Tapi kepemilikan aset seperti klub Premier League tetap bernilai,โ ujarnya.
Bagi penggemar Liverpool, kabar ini memicu spekulasi: apakah ini awal dari era baru di bawah miliarder teknologi, atau sekadar langkah bisnis FSG untuk memaksimalkan nilai sebelum benar-benar hengkang? Dengan valuasi klub yang melonjak 15 kali lipat sejak 2010, tekanan untuk terus bersaing di papan atas Premier League semakin besar. Satu hal pasti, masuknya Bezos akan mengubah peta investasi sepak bola Inggris, dan mungkin membuka pintu bagi lebih banyak pemodal dari luar Eropa.
Ke depan, publik akan menanti apakah Bezos benar-benar meneken kesepakatan atau kembali mundur seperti dua pengalaman sebelumnya. Jika iya, Liverpool akan menjadi klub Premier League ketiga yang dimiliki oleh miliarder teknologi setelah Chelsea (Todd Boehly) dan Manchester United (Sir Jim Ratcliffe). Pertanyaan besarnya: mampukah model kepemilikan seperti ini menjaga identitas klub di tengah derasnya arus komersialisasi?



