Berita Supercars: Ryan Wood Sempat Takut Kena Tegur Greg Murphy Usai Meledak Emosi di Taupo
Baca dalam 60 detik
- Ryan Wood yang berusia 22 tahun sukses mempersembahkan kemenangan perdana bagi Toyota di ajang Supercars dalam balapan di Taupo, Selandia Baru.
- Balapan tersebut sempat diwarnai ketegangan saat Wood meledak marah di radio tim akibat strategi pit yang membuatnya tersalip oleh rekan setimnya, Chaz Mostert.
- Wood berhasil menenangkan dirinya karena takut mendapat omelan dari sang mentor, Greg Murphy. Mostert pun akhirnya mengalah dan memberikan jalan bagi Wood untuk mengamankan kemenangan emosional di depan publik sendiri.

Pembalap muda berusia 22 tahun, Ryan Wood, sukses mencetak kemenangan pertama bagi Toyota di ajang Supercars hanya pada balapan kesembilan mereka. Tampil mendominasi dari pole position sepanjang balapan sejauh 200 km di Taupo, kemenangannya sempat diwarnai drama emosional melalui radio tim.
Fakta Kunci Kemenangan Ryan Wood di Taupo:
- Kemenangan Bersejarah: Ini merupakan kemenangan Supercars pertama untuk pabrikan Toyota, sekaligus kemenangan kedua dalam karier Ryan Wood setelah kemenangan perdananya di Perth musim lalu.
- Drama Pit Stop: Wood sempat meledak marah di radio tim setelah strategi pit stop membuatnya tertinggal di belakang rekan setimnya, Chaz Mostert.
- Peran Sang Mentor: Di tengah amarahnya, Wood berhasil menenangkan diri karena teringat sosok sang mentor, Greg Murphy, yang diyakini akan menegurnya keras jika ia terus kehilangan kendali emosi.
Secara keseluruhan, Wood menunjukkan gaya balap yang sangat matang. Ia berhasil menahan serangan dari Will Brown yang tampil cepat untuk mempertahankan kendali di stint pembuka. Namun, manajemen balapannya hampir berantakan saat ia keluar dari pit stop terakhir.
Insiden Undercut dan Amarah yang Mereda
Insinyur balap Richard Harris membiarkan Wood berada di lintasan dua lap lebih lama dari Mostert untuk mendapatkan keuntungan ban, tanpa menyangka efek undercut Mostert akan sangat kuat. Hal ini membuat Wood kehilangan posisi terdepan dan spontan berteriak marah di radio tim, mengira kemenangannya telah melayang.
| Sosok Penting | Peran & Pengaruh dalam Balapan Ini |
|---|---|
| Chaz Mostert | Rekan setim Wood yang sempat menyalipnya lewat strategi pit stop, namun pada akhirnya secara sukarela mengembalikan posisi terdepan kepada Wood agar Toyota bisa menahan ancaman dari Broc Feeney. |
| Greg Murphy | Mantan pembalap dan mentor Wood. Bayangan akan omelan dan teguran keras dari Murphy-lah yang membuat Wood sukses menenangkan diri setelah sempat marah besar di dalam mobil. |
"Saya membuat kesalahan karena saya marah, lalu saya menenangkan diri... Saya tahu jika saya terus melanjutkannya, Murph (Greg Murphy) akan memberi saya teguran keras. Jadi saya hanya ingin tenang," aku Ryan Wood terkait usahanya mengendalikan emosi.
Setelah kembali fokus, Wood berhasil mendekati Mostert yang akhirnya memberikan jalan. Pembalap asal Selandia Baru (Kiwi) ini pun berhasil menyentuh garis finis diiringi gemuruh penonton tuan rumah. Ia mengakui kemenangan ini sangat emosional, terlebih dengan sambutan Haka sebelum balapan dimulai, yang menjadikannya sebagai pembalap Kiwi kesekian yang sukses berjaya di tanah kelahirannya.



