Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL: Indonesia Dorong Evaluasi Keselamatan Pasukan Perdamaian Dunia
Baca dalam 60 detik
- Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL gugur dan tiga lainnya luka-luka saat bertugas di Lebanon.
- Pemerintah Indonesia melalui Menlu Sugiono mengutuk keras serangan terhadap pasukan perdamaian yang perannya murni untuk menjaga situasi damai (peacekeeping), bukan berperang.
- Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB menggelar rapat luar biasa untuk menuntut investigasi menyeluruh dan evaluasi total terhadap jaminan keselamatan pasukan perdamaian dunia.

Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Insiden tragis yang juga menyebabkan tiga personel lainnya terluka ini memicu desakan kuat dari Indonesia agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengevaluasi standar keamanan misinya.
Pernyataan belasungkawa tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Sabtu, 4 April 2026. Menlu Sugiono mendoakan agar arwah para kusuma bangsa diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Daftar Prajurit UNIFIL yang Gugur:
- Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar
- Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan
- Kopda Anumerta Farizal Rhomadon
Merespons insiden ini, pemerintah Indonesia melalui Perwakilan Tetap di New York telah mengambil langkah diplomatik tegas dengan meminta Dewan Keamanan PBB untuk menggelar rapat luar biasa. Permintaan ini dilaporkan telah disetujui oleh Prancis, yang bertindak sebagai penholder isu Lebanon di Dewan Keamanan PBB.
"They are peacekeeping, not peacemaking. Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peacemaking. Perlengkapannya dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian... dan ini juga merupakan mandat dari PBB." - Sugiono, Menteri Luar Negeri RI.
Tiga Tuntutan Utama Indonesia kepada PBB
| Fokus Tuntutan | Keterangan |
|---|---|
| Kecaman Keras | Mengutuk keras segala bentuk serangan yang menargetkan personel penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon. |
| Investigasi Menyeluruh | Menuntut penyelidikan transparan dan tuntas terkait penyebab pasti insiden yang merenggut nyawa dan melukai prajurit. |
| Evaluasi Keamanan | Mendorong PBB mengevaluasi aspek keselamatan dan jaminan keamanan pasukan penjaga perdamaian di berbagai wilayah konflik. |
Langkah diplomatik ini menjadi sinyal nyata bahwa Indonesia tidak hanya sekadar berduka, melainkan memimpin upaya perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian secara global. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dan melindungi setiap prajurit yang mempertaruhkan nyawa demi mewujudkan dunia yang lebih damai.



