Pernyataan "Cuba is Next" per Maret 2026 ini merupakan eskalasi dari Doktrin Monroe yang diperbarui. Secara analitis, setelah AS merasa berhasil menetralisir ancaman jarak jauh (Iran) dan ancaman energi (Venezuela), kini mereka fokus pada ancaman ideologis dan pangkalan asing yang berada hanya 90 mil dari Florida.
Di tahun 2026 ini, Gedung Putih tampaknya sedang berada dalam momentum kepercayaan diri tinggi pasca-operasi militer di wilayah lain. Dengan menyebut Kuba sebagai target selanjutnya, AS bertujuan untuk memutus aliansi terakhir Rusia dan China di kawasan Amerika Latin. Strategi yang kemungkinan besar akan digunakan adalah kombinasi antara blokade laut total dan dukungan terbuka bagi faksi oposisi internal. Namun, berbeda dengan Venezuela, Kuba memiliki struktur militer yang jauh lebih terkonsolidasi. Pengumuman ini dipastikan akan memicu protes keras dari blok negara-negara kiri di Amerika Latin dan meningkatkan kesiagaan militer di sepanjang Selat Florida.
β’ Status Iran/Venezuela: Diklaim sebagai kesuksesan militer & politik.
β’ Fokus Baru: Rezim di Havana (Kuba).
β’ Metode: Tekanan Maksimum & Potensi Opsi Militer.
β’ Tujuan Akhir: Eradikasi pengaruh lawan global di Karibia.
Langkah selanjutnya bagi Anda adalah memantau **reaksi dari Moskow dan Beijing**; kedua negara tersebut memiliki kepentingan intelijen yang besar di Kuba dan kemungkinan tidak akan membiarkan AS melakukan intervensi tanpa balasan. Apakah Anda ingin saya membantu mencari tahu **perbandingan kekuatan militer Kuba** saat ini menghadapi potensi blokade AS?




