Viral! Mahatmi Rismartanti, WNI Pertama yang Cetak Sejarah Jadi Sopir Bus Perempuan di Jepang
Baca dalam 60 detik
- Sosok Inspiratif: Mahatmi Rismartanti (26 tahun), lulusan Sastra Jepang Universitas Brawijaya, viral karena menjadi WNI perempuan pertama yang bekerja sebagai sopir bus di Tokyo, Jepang.
- Jalur Resmi: Ia menembus pekerjaan yang didominasi pria tersebut melalui jalur program Specified Skilled Worker (SSW) bidang transportasi dan telah bekerja di sana sejak Juni 2025.
- Kualifikasi Ketat: Syarat menjadi sopir bus di Jepang sangatlah sulit, yakni wajib mengantongi sertifikat bahasa Jepang level N3, lulus ujian khusus bidang bus, dan sukses mengonversi SIM A menjadi SIM lokal Jepang.

Media sosial Tanah Air tengah dihebohkan oleh kisah inspiratif seorang perempuan asal Indonesia, Mahatmi Rismartanti. Alih-alih memilih bekerja kantoran, ia justru sukses mencetak sejarah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) pertama yang berprofesi sebagai sopir bus perempuan di Negeri Sakura, Jepang.
Mahatmi (26 tahun) diketahui merupakan seorang lulusan Sastra Jepang dari Universitas Brawijaya. Ia berhasil menembus profesi yang terbilang langka dan didominasi kaum pria ini melalui program Specified Skilled Worker (SSW) atau Tokutei Ginou di bidang transportasi (Jidousha Kougyou). Setelah melalui berbagai tahapan seleksi yang sangat ketat, Mahatmi resmi mulai bekerja dan mengemudikan armada bus di Tokyo sejak Juni 2025.
- Profil: Mahatmi Rismartanti (26), lulusan Sastra Jepang Universitas Brawijaya.
- Penempatan: Bekerja sebagai pengemudi bus di wilayah Tokyo, Jepang, sejak Juni 2025.
- Estimasi Gaji: Diperkirakan mengantongi pendapatan hingga Rp44 juta per bulan.
- Syarat Ketat: Harus memiliki kemampuan bahasa Jepang minimal JLPT N3, lulus ujian khusus SSW bidang bus, dan memiliki SIM A yang dikonversi menjadi lisensi mengemudi Jepang.
Pilihan Mahatmi untuk menekuni profesi ini sontak menuai decak kagum sekaligus pujian dari warganet. Banyak yang mengapresiasi keberaniannya menembus stereotip profesi, ditambah lagi standar etika kerja dan disiplin tinggi yang menjadi budaya wajib di Jepang.
Meskipun jauh melenceng dari profesi umum para lulusan sastra—seperti penerjemah atau pekerja korporat—langkah Mahatmi membuktikan bahwa dengan kemauan keras dan keterampilan yang tepat, peluang kerja di kancah internasional bisa datang dari bidang apa saja.
| Jalur Pekerjaan (Visa) | Keterangan |
|---|---|
| Nama Program | Specified Skilled Worker (SSW) / Tokutei Ginou |
| Bidang Industri | Jidousha Kougyou (Transportasi/Bus) |
| Kualifikasi Bahasa | Japanese Language Proficiency Test (JLPT) minimal level N3 |
Kisah viral Mahatmi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak tenaga kerja muda Indonesia untuk berani mengeksplorasi potensi dan peluang kerja spesifik di luar negeri, tanpa takut dibatasi oleh gender maupun latar belakang pendidikan.



