Era eksperimen crossover antara MMA dan tinju tampaknya telah berakhir di bawah kendali Dana White pada 23 Maret 2026. Melansir laporan MMA Mania, bos UFC tersebut secara resmi mengubur harapan para petarungnya untuk menyeberang ke ring tinju melalui Zuffa Boxing. Dengan kata-kata yang tidak menyisakan ruang perdebatan, White menyebut laga-laga semacam itu "suck" (buruk), sebuah pernyataan yang menandai kembalinya UFC ke jalur purist.
Secara analitis, langkah White ini adalah strategi perlindungan aset. Pertarungan crossover seringkali membuat bintang besar UFC terlihat lemah jika kalah di ring tinju, yang pada akhirnya menurunkan nilai jual mereka di dalam octagon. White menyadari bahwa kejenuhan pasar terhadap laga eksibisi telah mencapai puncaknya. Dengan memfokuskan Zuffa Boxing pada tinju tradisional yang serius, ia mencoba membangun kredibilitas jangka panjang daripada sekadar mengejar keuntungan instan yang merusak integritas kompetisi.
• Status Crossover: Resmi Dihentikan / Dilarang.
• Alasan Utama: Kualitas Pertandingan Rendah & Kejenuhan Pasar.
• Visi Zuffa Boxing: Tinju Profesional Murni & Kompetitif.
• Dampak Petarung: Wajib Fokus Penuh pada Kontrak MMA.
Bagi redaksi LyndNews, kami akan memantau reaksi dari para petarung vokal seperti Conor McGregor atau Jon Jones yang sebelumnya menunjukkan minat pada tinju. Apakah keputusan ini akan memicu konflik kontrak baru antara atlet dan manajemen? Fokus kami selanjutnya adalah melihat bagaimana Zuffa Boxing akan merekrut petinju-petinju murni untuk membangun divisi mereka tanpa bayang-bayang bintang UFC. Langkah ini mungkin terlihat tidak populer bagi pencari keuntungan cepat, namun bisa jadi penyelamat bagi standar kualitas olahraga tarung dunia.




