Melangkah di Ruang Hampa: Astronot NASA Sukses Selesaikan Misi 'Spacewalk' Perdana 2026 untuk Peningkatan Daya ISS
Baca dalam 60 detik
- Misi Sukses: Astronot NASA, Jessica Meir dan Chris Williams, berhasil menyelesaikan misi spacewalk selama 7 jam yang difokuskan pada pemasangan braket penyangga untuk panel surya canggih iROSA di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
- Momen Bersejarah: Ini adalah spacewalk pertama Amerika Serikat dalam 10 bulan terakhir, sekaligus bertepatan dengan perayaan 61 tahun sejarah manusia pertama yang berjalan di luar angkasa (Alexei Leonov).
- Peningkatan Daya Signifikan: Setelah seluruh rangkaian iROSA mutakhir tersebut dipasang pada misi selanjutnya, pasokan listrik laboratorium pengorbit ISS diproyeksikan akan melonjak sebesar 20% hingga 30%.

Membuka lembaran baru eksplorasi luar angkasa di tahun ini, dua astronot NASA telah berhasil menyelesaikan misi spacewalk (berjalan di luar angkasa) pertama Amerika Serikat dalam kurun waktu hampir satu tahun terakhir. Misi krusial di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) ini difokuskan pada persiapan instalasi panel surya mutakhir guna mendongkrak pasokan listrik laboratorium pengorbit tersebut.
Pada hari Rabu (18 Maret 2026), kru Ekspedisi 74, Jessica Meir dan Chris Williams, keluar dari airlock Quest untuk merakit dan memasang struktur penyangga di sisi kiri (port) rangka utama stasiun. Penyangga ini nantinya akan menjadi tempat bertumpunya ISS Roll-Out Solar Array (iROSA) yang dijadwalkan akan dipasang pada misi spacewalk berikutnya.
Misi Extravehicular Activity (EVA) ini berlangsung selama 7 jam 2 menit dan menjadi pengalaman perdana bagi Chris Williams, sekaligus spacewalk keempat bagi Jessica Meir. Seluruh panel surya orisinal milik ISS saat ini telah mengalami degradasi setelah melampaui masa pakai operasional 15 tahun mereka. Kehadiran serangkaian panel iROSA yang baru ini diproyeksikan akan meningkatkan total pasokan listrik stasiun sebesar 20% hingga 30%.
- Catatan Rekor: Misi ini adalah spacewalk ke-278 dalam sejarah pemeliharaan ISS dan yang pertama dilakukan oleh astronot Amerika sejak Mei 2025.
- Tugas Sekunder: Selain memasang braket iROSA, astronot mendokumentasikan roda gigi pemutar panel surya (SARJ) dan memasang kabel jumper listrik.
- Signifikansi Daya: Peningkatan daya listrik dari iROSA sangat penting untuk mendukung perluasan aktivitas komersial dan transisi menuju stasiun luar angkasa swasta di masa depan.
Untuk memberikan pemahaman teknis mengenai seberapa majunya teknologi panel surya yang akan segera mengangkasa ini, berikut adalah tabel perbandingan antara sayap surya lama peninggalan era awal ISS dengan teknologi iROSA.
| Fitur Panel Surya | Sayap Surya Klasik (Legacy Array) | Teknologi iROSA (Roll-Out Array) |
|---|---|---|
| Mekanisme Bentangan | Mengandalkan motor penggerak mekanis yang rentan macet. | Menggunakan energi potensial komposit karbon untuk membentang secara otomatis (tanpa motor). |
| Ukuran Fisik | Massif dan sangat panjang. | Jauh lebih ringkas (panjang 19 meter) namun memiliki efisiensi sel yang lebih tinggi. |
| Usia Pakai | Telah melampaui desain usia 15 tahun (daya menurun drastis). | Baru, dirancang untuk mendukung operasional ISS hingga masa pensiunnya. |
Ke depannya, keberhasilan teknologi panel surya iROSA yang dapat menggulung sendiri ini tidak hanya berhenti di orbit Bumi. NASA telah menjadikan iROSA sebagai standar teknologi daya untuk misi luar angkasa dalam, termasuk stasiun transit orbit Bulan (Gateway) untuk program Artemis mendatang.



