Frank Warren Incar Croke Park Usai Anthony Cacace Rebut Gelar WBA, Bidik Emanuel Navarrete
Baca dalam 60 detik
- Anthony Cacace sukses merebut sabuk juara WBA kelas super featherweight setelah menang angka mutlak atas James 'Jazza' Dickens di Dublin.
- Promotor Frank Warren berambisi menggelar pertarungan Cacace selanjutnya di stadion Croke Park Irlandia yang memiliki kapasitas hingga 80.000 penonton.
- Cacace kini menargetkan duel unifikasi gelar melawan pemegang sabuk IBF dan WBO, Emanuel Navarrete, di Amerika Serikat, atau naik ke kelas ringan.

Setelah mengamankan sabuk juara WBA kelas super featherweight akhir pekan lalu, Anthony Cacace kini memalingkan pandangannya ke panggung global. Melansir laporan dari Boxing Social, kemenangan mutlak petinju asal Irlandia tersebut atas James 'Jazza' Dickens di 3Arena, Dublin, sukses menyedot 9.000 penonton yang tiketnya terjual habis bertepatan dengan perayaan St. Patrick's Day.
Melihat antusiasme massa yang begitu besar, promotor veteran Frank Warren tidak ingin membuang momentum. Warren secara terbuka menyatakan ambisinya untuk membawa Cacace bertarung di Croke Park, stadion ikonik di ibu kota Irlandia yang mampu menampung hingga 80.000 penonton. Langkah ini sekaligus menandai transisi Cacace dari jagoan regional (domestik) menjadi penantang serius untuk unifikasi gelar di tingkat dunia.
Berikut adalah sejumlah poin penting dari rencana besar Anthony Cacace dan promotornya ke depan:
- Lompatan Menuju Croke Park: Frank Warren menargetkan laga di stadion raksasa tersebut pada tahun ini atau tahun depan. Meski biaya sewa Croke Park dilaporkan tiga kali lipat lebih mahal dari Stadion Wembley di Inggris, daya tarik Cacace diyakini mampu memenuhi kapasitas stadion tersebut.
- Membidik Emanuel Navarrete: Cacace kini mengincar duel unifikasi melawan juara bertahan IBF dan WBO asal Meksiko, Emanuel Navarrete. Ia bahkan menyatakan kesediaannya untuk terbang ke Amerika Serikat demi melengserkan takhta sang juara.
- Dominasi Atas Petarung Britania: Cacace merasa fase pertarungan domestiknya telah usai setelah sukses menaklukkan deretan mantan juara dunia asal Britania Raya secara berturut-turut.
- Opsi Naik Kelas (Lightweight): Jika negosiasi laga unifikasi melawan Navarrete mengalami jalan buntu, Cacace telah menyiapkan rencana cadangan untuk naik ke kelas lightweight (ringan) guna menantang pemegang gelar di divisi tersebut.
Pernyataan ini menegaskan rasa percaya diri Cacace yang merasa bahwa potensinya terlalu besar jika hanya berkutat di level Britania Raya. Dengan rekor 25-1 (9 KO), ambisi sang petinju untuk menantang para elite tinju dunia terasa sangat masuk akal dan akan menjadi ujian pembuktian yang sesungguhnya.
"Saya sudah menghajar petarung-petarung Britania selama tiga tahun ini. Saya mengalahkan Joe Cordina, Josh Warrington, Leigh Wood, dan kini Jazza Dickens—semuanya adalah juara dunia ganda. Berapa banyak lagi yang harus saya kalahkan sebelum saya bisa mendapatkan kesempatan (unifikasi) seperti ini?" tegas Cacace.



