Nintendo Ngamuk! Gugat Pemerintah AS Tuntut Refund Pajak Tarif Switch 2
Baca dalam 60 detik
- Nintendo secara resmi menggugat pemerintah Amerika Serikat untuk meminta pengembalian dana penuh beserta bunganya atas pembayaran tarif impor yang sebelumnya diterapkan oleh administrasi Trump.
- Gugatan ini dilayangkan setelah Mahkamah Agung AS membatalkan regulasi tarif IEEPA yang dianggap ilegal dan melampaui wewenang presiden pada bulan lalu.
- Kebijakan tarif impor tersebut sebelumnya telah merugikan Nintendo dengan mengacaukan jadwal pre-order Switch 2 di AS serta memaksa perusahaan menaikkan harga aksesoris konsol.

Halo, para gamer dan pemerhati industri konsol! Ada drama legal yang super panas dari ranah industri game. Melansir dari berbagai laporan termasuk Game Rant pada bulan Maret 2026, raksasa gaming Jepang, Nintendo, secara resmi telah melayangkan gugatan hukum terhadap pemerintah Amerika Serikat. Nggak tanggung-tanggung, mereka menuntut refund alias pengembalian dana penuh plus bunganya!
Akar permasalahannya bermula dari kebijakan tarif impor gila-gilaan yang diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump tahun lalu lewat undang-undang International Emergency Economic Powers Act (IEEPA). Buat kalian yang ngikutin hype konsol baru, pasti ingat dong kalau kebijakan dadakan ini sempat bikin jadwal pre-order Nintendo Switch 2 di AS jadi kacau balau dan tertunda. Meski Nintendo sukses menahan harga dasar konsol tetap di $449, mereka terpaksa menaikkan harga berbagai aksesoris untuk menutupi kerugian pajak impor tersebut.
Buat kalian yang kepo kenapa Nintendo baru "menyerang" balik sekarang, ini kronologinya:
- Vonis Mahkamah Agung: Bulan lalu, Mahkamah Agung AS (Supreme Court) resmi membatalkan kebijakan tarif IEEPA tersebut karena dianggap ilegal dan terbukti melampaui batas wewenang presiden.
- Efek Domino: Putusan ini langsung memicu gelombang gugatan. Nintendo hanyalah satu dari 1.000 lebih perusahaan raksasa (termasuk FedEx dan Costco) yang kini berbondong-bondong menagih uang mereka kembali ke Pengadilan Perdagangan Internasional AS.
- Nilai Fantastis: Secara total, beban tarif impor yang dipungut paksa dari berbagai negara sejak Februari 2025 itu diperkirakan bernilai lebih dari $200 miliar!
Saat ini pihak Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS (CBP) kabarnya sedang kelabakan karena sistem mereka tidak didesain untuk mencairkan puluhan juta transaksi refund secara instan. Buat Nintendo, gugatan ini bukan cuma urusan balik modal, tapi juga teguran keras buat pemerintah yang bikin aturan seenaknya. Mari kita pantau apakah ketegangan perang dagang ini bakal bikin harga game dan aksesoris Nintendo ke depannya bisa normal lagi!
"Ketika regulasi sepihak mengacaukan rantai pasokan global, perusahaan raksasa tentu tidak akan tinggal diam. Uang mungkin bisa dikembalikan, tapi kekacauan rilis konsol adalah sejarah yang tak bisa dihapus."



