Hubungan antara Kabul dan Islamabad telah mencapai titik nadir yang belum pernah terlihat dalam beberapa dekade terakhir. Laporan terbaru dari The Week menggambarkan situasi yang sangat mencekam, di mana supremasi udara digunakan untuk menekan kedaulatan wilayah di tengah perselisihan militansi lintas batas yang berlarut-larut.
Secara analitis, serangan ke Kabul dan Kandahar menandai perubahan doktrin militer Pakistan dari sekadar "operasi kontra-terorisme" menjadi konfrontasi militer langsung terhadap administrasi Taliban. Penargetan fasilitas seperti depo bahan bakar Kam Air menunjukkan upaya untuk melumpuhkan logistik udara Afghanistan, yang secara tidak langsung berdampak pada operasi kemanusiaan internasional. Ini adalah permainan berisiko tinggi yang dapat memicu pembalasan asimetris di dalam kota-kota besar Pakistan.
• Wilayah Terdampak: Kabul, Kandahar, Paktia, Paktika.
• Korban Sipil: 128+ Tewas (Sejak akhir Februari).
• Dampak Infrastruktur: Penghancuran rumah warga & Depo BBM Kam Air.
Komunitas internasional, dipimpin oleh PBB, terus mendesak dilakukannya gencatan senjata segera. Namun, dengan kedua belah pihak yang merasa memiliki justifikasi moral dan keamanan, dialog diplomatik tampak buntu. Fokus dunia kini tertuju pada apakah mediasi dari kekuatan regional seperti Tiongkok mampu meredam "api" yang telah membakar perbatasan sepanjang 2.600 km ini sebelum menjadi perang total yang tak terkendali.




