Torino Agresif di Bursa Transfer: Dua Bek Hampir Gabung, Satu Kiper Terhambat Agen
Baca dalam 60 detik
- Torino dikabarkan hampir mencapai kesepakatan dengan Fiorentina untuk bek Pietro Comuzzo dengan skema pinjaman plus opsi beli €20 juta.
- Klub asal Turin juga unggul dalam perburuan bek Swiss Eray Comert yang berstatus bebas transfer, dan dijadwalkan menjalani tes medis Selasa ini.
- Namun, transfer kiper Lucas Perri dari Leeds United terhenti karena masalah komisi agen, sehingga ia belum diizinkan terbang ke Italia.

Torino di bawah rezim pelatih anyar Ignazio Abate menunjukkan agresivitas di bursa transfer dengan mendekati tiga pemain sekaligus, namun satu kesepakatan kandas di menit akhir akibat ulah agen.
Granata tengah merombak skuad untuk musim depan, dan lini belakang menjadi prioritas utama. Berdasarkan laporan Sport Mediaset, Torino hampir mencapai kata sepakat dengan Fiorentina untuk mendapatkan Pietro Comuzzo. Bek muda tersebut akan bergabung dengan status pinjaman disertai opsi pembelian permanen di akhir musim dengan total nilai mencapai €20 juta. Kesepakatan ini menunjukkan ambisi Torino untuk mendatangkan talenta muda berbakat Serie A.
Selain Comuzzo, Torino juga unggul dalam perburuan bek tengah asal Swiss, Eray Comert. Pemain berusia 26 tahun itu saat ini berstatus bebas transfer setelah kontraknya dengan Valencia tidak diperpanjang. Comert dijadwalkan terbang ke Turin pada Selasa ini untuk menjalani tes medis sebelum menandatangani kontrak. Kehadirannya diharapkan bisa memberikan pengalaman internasional bagi lini pertahanan Torino.
Namun, tidak semua rencana berjalan mulus. Transfer kiper Brasil, Lucas Perri, dari Leeds United justru menemui jalan buntu. Kesepakatan terhenti akibat perincian komisi yang diminta oleh agen pemain. Leeds United belum memberikan lampu hijau bagi Perri untuk terbang ke Italia menjalani tes medis. Situasi ini menjadi pengingat betapa rumitnya negosiasi transfer di level Eropa, di mana faktor komisi agen seringkali menjadi sandungan.
Bagi sepak bola Indonesia, kasus ini bisa menjadi bahan pembelajaran. Klub-klub Indonesia yang aktif di bursa transfer regional harus lebih cermat dalam mengelola negosiasi dengan agen pemain agar tidak mengalami situasi serupa. Transparansi kontrak dan pengaturan komisi yang jelas menjadi kunci kelancaran transfer, sekaligus menjaga reputasi klub di mata pemain dan agen internasional.
Dengan dua bek yang hampir pasti bergabung, Torino optimistis bisa bersaing di papan tengah Serie A musim depan. Namun, kegagalan mendatangkan Perri bisa menjadi blunder jika tak kunjung menemukan kiper pengganti yang sepadan. Akankah Torino segera mencari alternatif, atau menunggu Leeds United melunak? Hanya waktu yang bisa menjawab.



