Juventus Incar Eljif Elmas dengan Harga Terjun Bebas, Cuma €10 Juta
Baca dalam 60 detik
- Juventus merencanakan pinjaman dengan opsi beli untuk Eljif Elmas dari RB Leipzig, nilai total sekitar €10 juta—jauh di bawah harga beli Leipzig dua tahun lalu.
- Pemain asal Makedonia Utara itu dikenal serbaguna, bisa bermain di lini tengah dan serang, serta memiliki rekam jejak positif bersama pelatih Luciano Spalletti di Napoli.
- Meski diminati, Leipzig enggan melepasnya murah karena kontrak masih panjang hingga 2028; Juventus harus pintar bernegosiasi agar kesepakatan terwujud.

Juventus kembali membidik gelandang serbaguna Eljif Elmas—pemain yang pernah menjadi andalan Luciano Spalletti saat Napoli merebut Scudetto—dengan nilai transfer yang merosot drastis menjadi sekitar €10 juta. Klub asal Turin itu disebut siap mengajukan skema pinjaman yang diikuti opsi pembelian, sebuah strategi yang kerap mereka gunakan di bursa musim dingin.
Elmas, yang kini berusia 27 tahun, memulai petualangan keduanya di Serie A setelah pada 2024 dijual Napoli ke RB Leipzig seharga €24 juta. Namun, petualangan di Jerman tak berjalan mulus. Ia dua kali kembali ke Italia sebagai pemain pinjaman, yakni ke Torino dan Napoli, dan mulai kehilangan tempat di skuad utama Leipzig. Kondisi ini membuat banderolnya turun signifikan.
Menurut laporan Tuttosport, Juventus melihat Elmas sebagai opsi ideal untuk menambah kedalaman skuad di paruh kedua musim. Keunggulan utamanya adalah fleksibilitas: ia mampu beroperasi sebagai gelandang serang, penyerang sayap, atau bahkan gelandang tengah. Kemampuan ini sangat dihargai oleh pelatih Thiago Motta yang kerap merotasi formasi. Spalletti sendiri pernah memuji elastisitas Elmas saat menangani Napoli, menyebutnya sebagai "pemain yang bisa mengisi lubang di mana pun".
Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang gemar mengikuti Serie A, langkah Juventus ini menarik untuk disimak. Elmas sudah malang melintang di Italia selama lebih dari lima tahun dan memiliki adaptasi yang matang. Jika transfer jadi terlaksana, ia bisa menjadi contoh bagaimana pemain dengan harga murah namun berpengalaman tetap relevan di kompetisi elite. Di sisi lain, strategi pinjaman dengan opsi beli juga lazim digunakan klub-klub Asia, termasuk Indonesia, untuk mengurangi risiko finansial.
Kendala utama terletak pada sikap RB Leipzig. Kontrak Elmas baru akan berakhir pada 2028, sehingga klub Jerman itu tak punya tekanan untuk melepasnya dengan harga murah. Mereka mungkin hanya akan menyetujui pinjaman jika ada kewajiban membeli, bukan sekadar opsi. Negosiasi masih panjang, dan Juventus harus bersaing dengan klub lain yang juga memantau situasi pemain.
Ke depan, peluang Elmas kembali ke Serie A cukup besar mengingat ia sudah memiliki jejak dan nyaman dengan gaya bermain di Italia. Namun, apakah Juventus bersedia membayar lebih untuk mengamankan jasanya, atau justru beralih ke target lain? Publik sepak bola, termasuk di Indonesia, patut menunggu perkembangan bursa Januari ini.



