Di saat banyak pihak menuntut sanksi keras bagi Marc Marquez setelah insiden kontak fisik di lintasan, suara berbeda justru datang dari salah satu rival terberatnya, Fabio Quartararo. "El Diablo" memberikan pembelaan yang menyoroti esensi dari balapan motor.
Dalam wawancara dengan GPOne pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, Quartararo memberikan pandangan yang sangat teknis mengenai insiden tersebut. Menurutnya, manuver Marquez memang sangat mepet (*close pass*), namun secara aturan teknis, ban motor Marquez tidak pernah keluar dari batas lintasan (track limits). Quartararo berargumen bahwa jika Stewards terus memberikan penalti untuk setiap kontak yang tidak mengakibatkan pembalap terjatuh, maka semangat kompetisi di MotoGP akan hilang. Pandangan ini menarik karena datang dari pembalap yang sering kali menjadi korban dari gaya balap agresif, menandakan adanya rasa saling menghormati di antara para elit pembalap tahun 2026.
Poin Analisis Fabio Quartararo:
- Kontrol Kendaraan: Meski terjadi senggolan, Marquez dianggap tetap memegang kendali penuh atas motornya dan tidak kehilangan traksi yang membahayakan.
- Ruang Balap: Quartararo menilai pembalap yang disalip seharusnya menyadari posisi lawan dan tidak menutup jalur secara mendadak (door-closing).
- Standar Ganda: Kritik terhadap wasit yang dianggap sering berubah pikiran tergantung pada siapa pembalap yang terlibat dalam insiden tersebut.
Secara objektif, pernyataan Quartararo ini memberikan napas lega bagi tim Gresini Racing menjelang balapan utama besok. Namun, hal ini juga menempatkan FIM Stewards dalam posisi sulit; apakah mereka akan mengikuti desakan untuk menjaga keselamatan dengan aturan ketat, atau membiarkan balapan berlangsung secara organik sesuai keinginan para pembalap. Di tahun 2026, di mana teknologi sensor lintasan sudah sangat akurat, perdebatan kini bergeser dari "apakah melanggar aturan" menjadi "apakah manuver tersebut pantas untuk dihukum".




