Dua tahun telah berlalu sejak Sir Jim Ratcliffe dan INEOS resmi mengambil alih kendali operasional sepak bola di Manchester United. Laporan terbaru dari Manchester Evening News pada Februari 2026 mengevaluasi dampak signifikan dari kehadiran miliarder Inggris tersebut. Meskipun trofi besar Liga Inggris masih tampak jauh, perubahan radikal pada struktur manajemen dan filosofi klub telah meletakkan fondasi baru yang belum pernah terlihat sejak era pasca-Sir Alex Ferguson.
Restrukturisasi Elite dan Efisiensi Operasional
Pencapaian utama Ratcliffe dalam dua tahun pertamanya adalah pembersihan total di tingkat eksekutif. Dengan membawa figur seperti Omar Berrada dan Dan Ashworth, United kini memiliki struktur "Best in Class" yang bertujuan untuk menghilangkan inefisiensi dalam bursa transfer. Selain itu, kebijakan penghematan biaya yang kontroversial, termasuk pengurangan staf secara massal dan pemangkasan fasilitas non-esensial, menunjukkan pendekatan bisnis yang dingin namun terukur untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan keberlanjutan finansial (PSR).
Secara teknis, Ratcliffe juga telah memulai proyek ambisius regenerasi infrastruktur. Rencana pembangunan kembali Old Trafford atau pembangunan stadion baru berkapasitas 100.000 penonton menjadi prioritas utama untuk meningkatkan pendapatan pertandingan di masa depan. Meskipun di lapangan performa tim masih mengalami fluktuasi, stabilitas di balik layar dianggap sebagai kemenangan jangka panjang yang akan menentukan kesuksesan United di sisa dekade ini.
Visi Menuju Standar Global
Tantangan terbesar yang masih dihadapi Ratcliffe adalah menerjemahkan keunggulan administratif menjadi prestasi olahraga yang konsisten. Dengan dua tahun yang sudah terlewati, ekspektasi penggemar kini bergeser dari sekadar perubahan struktur menuju tuntutan hasil nyata di papan klasemen. Ratcliffe telah membuktikan bahwa ia tidak takut mengambil keputusan tidak populer demi masa depan klub; kini tinggal masalah waktu untuk melihat apakah arsitektur sepak bola yang ia bangun mampu membawa Setan Merah kembali ke puncak dunia.




