Laila Morse Kembali Berjuang Melawan Kanker di Usia 81, Lacey Turner Ungkap Ketangguhannya
Baca dalam 60 detik
- Aktris senior Laila Morse diam-diam menjalani perawatan kanker untuk kedua kalinya pada 2025, dua dekade setelah mengalahkan kanker payudara.
- Rekan main di EastEnders, Lacey Turner, mengungkapkan bahwa Morse menerima diagnosis dengan ketenangan luar biasa dan menjalani operasi tanpa keluhan berarti.
- Kisah Morse menyoroti pentingnya deteksi dini dan dukungan mental bagi pasien kanker lanjut usia, sekaligus menginspirasi banyak orang melalui sikap pantang menyerahnya.

Laila Morse, aktris legendaris Inggris yang dikenal sebagai Big Mo Harris dalam sinetron EastEnders, ternyata kembali berjuang melawan kanker pada 2025. Kabar ini terungkap dari rekan mainnya, Lacey Turner, yang menuliskan kisah tersebut dalam otobiografinya berjudul Gold Dust: My Life (So Far) with the Women Who Shaped Me. Morse, yang kini berusia 81 tahun, sebelumnya pernah mengalahkan kanker payudara pada 2005.
Menurut Turner, Morse didiagnosis menderita kanker jenis lain yang tidak disebutkan secara spesifik. Meski demikian, aktris veteran itu tidak menunjukkan rasa takut atau kepanikan. “Dia adalah pribadi yang selalu positif dan energinya tak pernah habis. Tidak ada yang membuatnya gentar. Dia percaya penuh bahwa segalanya akan baik-baik saja,” tulis Turner dalam bukunya, seperti dikutip The Sun.
Turner pertama kali mengetahui kondisi Morse yang tidak sehat saat makan malam bersama para produser EastEnders untuk membahas kembalinya karakter Zoe Slater yang diperankan Michelle Ryan. Saat itu, Morse tidak hadir. “Di mana Laila?” tanya Turner. “Oh, Laila sedang tidak enak badan, tapi jangan panik, ini bukan hal serius,” jawab salah satu produser. Namun, setelah Turner kembali dari liburan, Morse memberitahunya dengan blak-blakan: “Hei, kamu nggak akan percaya, itu bukan polip, tapi kanker.”
Meski menerima vonis tersebut, Morse tetap tenang. “Ah, jangan khawatir, aku akan potong saja dan aku akan baik-baik saja,” kata Morse kepada Turner. Turner menambahkan, “Dia menganggapnya seperti flu biasa, dan menjalani operasi dengan sangat tenang. Meskipun setelah operasi dia sangat kesakitan dan sempat marah, dia bilang belum pernah merasakan sakit seperti itu seumur hidupnya, dan bercanda, ‘Harusnya dibiarkan saja, aku sudah hampir selesai kok’.”
Kisah Morse ini bukan hanya tentang perjuangan melawan penyakit, tetapi juga tentang ketangguhan mental. Di usia senja, ia menunjukkan bahwa semangat hidup dan sikap positif dapat menjadi obat yang ampuh. Bagi banyak pasien kanker, terutama lansia, dukungan dari keluarga dan rekan kerja sangat berarti. Morse dikelilingi oleh orang-orang yang peduli, seperti Turner, yang mengaguminya sebagai “salah satu penyintas sejati”.
“Laila itu keras kepala, salah satu penyintas hidup. Tidak ada yang lebih membuktikan itu selain saat dia didiagnosis kanker pada 2025, lebih dari 20 tahun setelah mengalahkannya pertama kali.”
— Lacey Turner, dalam otobiografinya
Meski berita ini baru mencuat, Morse tidak pernah mundur dari dunia akting. Ia tetap aktif membintangi EastEnders dan menjadi ikon di layar kaca Inggris. Pengalaman hidupnya yang pahit justru membuatnya semakin dihormati. Banyak penggemar yang mengirimkan doa dan dukungan melalui media sosial, meski Morse sendiri belum memberikan pernyataan resmi.
Kanker pada lansia memang menjadi tantangan tersendiri. Selain faktor fisik yang lebih lemah, pengobatan sering kali lebih kompleks. Namun, kisah Morse memberikan harapan bahwa dengan tekad dan perawatan yang tepat, kesembuhan bukan hal mustahil. Para ahli onkologi menekankan pentingnya skrining rutin dan deteksi dini, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kanker sebelumnya.
Di Indonesia, kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi lansia masih perlu ditingkatkan. Banyak kasus kanker ditemukan terlambat karena kurangnya akses dan kesadaran. Kisah Morse bisa menjadi pengingat bahwa usia bukan penghalang untuk tetap waspada dan proaktif terhadap kesehatan. Dukungan psikologis juga tak kalah penting, seperti yang ditunjukkan Turner terhadap Morse.
Ke depan, publik menantikan apakah Morse akan kembali tampil di EastEnders atau memilih rehat sejenak untuk fokus pada pemulihan. Apa pun keputusannya, semangatnya telah menginspirasi banyak orang. Kisah ini juga membuka ruang diskusi tentang bagaimana industri hiburan memperlakukan aktor senior yang sedang berjuang melawan penyakit. Apakah ada sistem dukungan yang memadai, ataukah mereka harus berjuang sendiri?



