Liverpool Siap Lepas Mac Allister pada 2027, Iraola Terpojok
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan tidak akan memperpanjang kontrak Alexis Mac Allister yang berakhir 2027, meski gelandang Argentina itu masih jadi pilar utama musim ini.
- Agen Mac Allister mulai menjajaki klub La Liga dan Serie A, sementara manajer Andoni Iraola sebelumnya menegaskan ingin mempertahankan pemain terbaiknya.
- Keputusan ini berisiko mengganggu stabilitas lini tengah The Reds yang tengah bersaing di papan atas, terlebih dengan kontrak Wataru Endo yang juga segera habis.

Liverpool menghadapi dilema besar menjelang bursa transfer mendatang. Klub dilaporkan berencana merombak lini tengah pada 2027, dan salah satu nama yang masuk daftar keluaran adalah Alexis Mac Allister. Gelandang timnas Argentina itu masih terikat kontrak hingga 2027, tetapi manajemen The Reds disebut tidak berniat menyodorkan perpanjangan.
Kabar ini pertama kali mencuat dari jurnalis Sky, Sacha Tavolieri, melalui unggahan di platform X. Menurut laporan tersebut, agen Mac Allister telah mulai menjajaki kemungkinan kepindahan ke La Liga atau Serie A. Ironisnya, pemain berusia 27 tahun itu dikabarkan lebih memilih bertahan di Merseyside. Namun, keputusan klub untuk tidak memperpanjang kontraknya membuat masa depannya di Anfield semakin tidak pasti.
Sikap Liverpool ini tergolong mengejutkan. Pasalnya, Mac Allister tetap menjadi andalan musim ini dengan mencatat 12 penampilan di semua kompetisi dan menyumbang tiga gol dalam tiga laga Liga Champions. Manajer Andoni Iraola pun sempat menyatakan keinginannya untuk mempertahankan sang gelandang. "Saya pikir Alexis telah menjadi salah satu pemain terbaik klub dalam beberapa tahun terakhir. Wajar jika klub lain menginginkan pemain terbaik kami. Tapi saya ingin mempertahankan pemain bagus. Mungkin saya lebih menantikan pemain baru daripada kehilangan yang sudah ada," ujar Iraola seperti dikutip.
Keputusan tidak memperpanjang kontrak Mac Allister tampaknya tak lepas dari rencana besar klub untuk meremajakan lini tengah. Kontrak Wataru Endo juga akan berakhir pada akhir musim ini, sementara Jamie Carragher sebelumnya meragukan komposisi lini tengah Liverpool. "Saya tidak yakin lini tengah itu bisa berfungsi dengan personel yang ada. Bagi saya, itu tidak berjalan. Bukan hanya soal personel, tetapi juga struktur yang diminta manajer," kata Carragher pada Agustus lalu.
Sejak saat itu, Trey Nyoni mulai mendapat menit bermain lebih banyak, dan Iraola memiliki sejumlah opsi lain di posisi gelandang tengah. Namun, kehilangan Mac Allister tetap akan menjadi pukulan telak. Selain kontribusi golnya, ia adalah salah satu pekerja terkeras di skuad. Data menunjukkan ia menempuh jarak rata-rata 11,4 km per pertandingan di Premier League musim ini, angka tertinggi kedua di tim. Etos kerjanya itu kerap menjadi motor pressing dan transisi Liverpool.
Jika benar-benar hengkang, Liverpool tak hanya kehilangan gelandang berkualitas, tetapi juga sosok yang telah menyatu dengan identitas permainan tim. Klub perlu mencari pengganti yang mampu memberikan intensitas serupa, dan itu bukan perkara mudah di pasar transfer yang semakin kompetitif. Terlebih, rival-rival di Premier League juga tengah gencar berbenah.
Keputusan manajemen untuk tidak memperpanjang kontrak Mac Allister bisa jadi strategi jangka panjang untuk mengatur struktur gaji dan memberi ruang bagi talenta muda. Namun, langkah ini berisiko menimbulkan ketidakstabilan di lini tengah, terutama jika performa tim sedang menanjak seperti sekarang. Iraola sendiri sempat menegaskan bahwa ia lebih fokus mendatangkan pemain baru ketimbang kehilangan yang sudah ada.
Pertanyaannya kini: apakah Liverpool akan bertahan dengan rencana perombakan pada 2027, ataukah ada peluang negosiasi ulang jika Mac Allister terus tampil impresif? Dalam sepak bola, keputusan transfer selalu dinamis. Yang jelas, masa depan Mac Allister di Anfield kini berada di ujung tanduk, dan penggemar Liverpool patut mencermati perkembangan dalam beberapa bulan ke depan.



