Leeds United di Simpang Jalan: Aaronson Terpuruk, Njinko Menanti di Sayap
Baca dalam 60 detik
- Brenden Aaronson gagal mencetak gol atau assist dalam tujuh laga Premier League, memicu spekulasi masa depannya di Elland Road.
- Carrick Njinko, penyerang muda akademi, telah mencetak 10 gol dalam 11 pertandingan dan siap diberi kesempatan di tim utama.
- Leeds United kesulitan mencetak gol musim ini, dan keputusan untuk tidak mendatangkan penyerang mahal di bursa transfer musim panas mulai berdampak.

Leeds United kembali menuai kritik setelah gagal mencetak gol dalam kekalahan dari Sunderland, dan sorotan utama jatuh pada gelandang serang asal Amerika Serikat, Brenden Aaronson, yang dianggap sebagai biang keladi mandulnya lini depan.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion of Light, Aaronson tampil sebagai starter di salah satu dari dua posisi gelandang serang. Namun, penampilannya jauh dari memuaskan. Ia hanya memenangkan satu duel dari empat percobaan, kehilangan penguasaan bola sembilan kali, dan tidak melepaskan satu pun tembakan ke gawang. Akurasi umpannya pun hanya 62%, mencerminkan betapa sulitnya ia beradaptasi dengan tekanan fisik lawan.
Kegagalan Aaronson bukanlah insiden tunggal. Sepanjang musim 2026/27, pemain berusia 26 tahun itu belum sekalipun mencetak gol atau memberikan assist dalam tujuh penampilan di Premier League. Catatan xA (expected assists) hanya 0,02 dari 279 menit bermain, angka yang sangat rendah untuk seorang gelandang serang. Leeds sendiri hanya mampu mencetak lima gol dalam tujuh pertandingan di liga, sebuah rekor buruk yang mengindikasikan masalah serius di lini serang.
Di tengah keterpurukan Aaronson, sebuah nama dari akademi Thorp Arch mencuat: Carrick Njinko. Penyerang berusia 18 tahun itu telah mencetak 10 gol dalam 11 pertandingan di level muda musim ini, termasuk enam gol dalam empat pertandingan Premier League 2. Njinko, yang awalnya bermain sebagai winger, kini berkembang menjadi penyerang tengah yang tajam.
Menariknya, Njinko memiliki fleksibilitas posisi yang bisa dimanfaatkan pelatih Daniel Farke. Ia mampu beroperasi di sayap kiri atau kanan, serta sebagai penyerang tengah. Dalam ajang EFL Trophy melawan Oldham Athletic, ia masuk sebagai pemain pengganti di posisi winger kiri dan langsung mencetak gol. Kemampuannya beradaptasi di beberapa posisi membuatnya cocok untuk mengisi peran gelandang serang dalam formasi dua nomor 10 di belakang Dominic Calvert-Lewin.
"Njinko telah menunjukkan performa impresif di level akademi. Memberinya kesempatan di tim utama bisa menjadi langkah berani untuk mengakhiri ketergantungan pada pemain yang sedang tidak dalam performa terbaik," ujar seorang pengamat sepak bola Inggris.
Leeds sebenarnya tidak perlu menunggu hingga bursa transfer Januari 2027 untuk mencari pengganti Aaronson. Njinko sudah ada dan siap diberi kesempatan. Namun, keputusan untuk mempromosikan pemain muda selalu mengandung risiko, terutama di tengah tekanan Premier League yang menuntut hasil instan. Farke dikenal sebagai pelatih yang berani memberi kepercayaan kepada pemain muda, tetapi apakah ia akan mengambil langkah tersebut untuk menyelamatkan musim Leeds?
Jika Njinko diberi kesempatan dan tampil impresif, bukan tidak mungkin karier Aaronson di Elland Road akan berakhir lebih cepat. Sebaliknya, jika Njinko gagal memanfaatkan peluang, Leeds akan semakin terpuruk dalam perburuan posisi di papan tengah. Keputusan ada di tangan Farke, dan waktu terus berjalan.



