Pendiri Zcash Ingin Setop Aliran Dana Hibah Rp2 Triliun, Kas Komunitas Dinilai Kelebihan Beban
Baca dalam 60 detik
- Sean Bowe mengusulkan penghentian otomatis alokasi 8% ZEC untuk Zcash Community Grants karena kas program dinilai sudah sangat besar.
- Dana yang dialihkan akan masuk ke Network Sustainability Mechanism untuk mendukung imbalan penambang di masa depan.
- Usulan ini muncul setelah kontroversi hibah ZECsy di konvensi industri dewasa, meski dokumen Bowe tidak menyinggungnya secara langsung.

Pendiri Zcash, Sean Bowe, mengambil langkah tak biasa dengan mengusulkan pemutusan aliran dana otomatis ke program hibah komunitas jaringan privasi tersebut. Alasannya sederhana: kas program dinilai sudah terlalu gemuk untuk ukuran sebuah skema hibah, bahkan mampu membiayai operasional bertahun-tahun tanpa suntikan dana baru.
Dalam draf proposal yang dirilis Senin malam waktu setempat, Bowe meminta agar alokasi 8% dari setiap ZEC yang baru dicetak tidak lagi disalurkan ke Zcash Community Grants (ZCG). Dana tersebut sedianya dialihkan ke cadangan yang akan digunakan untuk mendukung imbalan penambang di masa depan melalui Network Sustainability Mechanism. Komite ZCG tetap diperbolehkan mengelola aset yang sudah ada dan melanjutkan pemberian hibah dari saldo tersebut.
Perhitungan Bowe, setelah dikurangi komitmen hibah yang masih berjalan, nilai aset ZCG mencapai sekitar USD125 juta atau setara Rp2 triliun dengan asumsi harga ZEC USD1.300 per koin. Angka itu jauh melampaui kebutuhan operasional program. Data dari dasbor komite menunjukkan saldo sekitar 91.453 ZEC dan USD8,8 juta tunai, dengan USD2,4 juta di antaranya sudah dijanjikan kepada penerima hibah.
Yang membuat proposal ini kian sensitif adalah konteksnya. Usulan Bowe muncul hanya berselang beberapa hari setelah beredarnya foto-foto program literasi pembayaran privat yang didanai ZCG di sebuah konvensi industri dewasa di Edison, New Jersey. Tim di balik program tersebut, ZECsy, mengajukan dana USD550.000 untuk kegiatan di berbagai acara industri dewasa, konferensi kripto, dan lokakarya. Komite ZCG menyetujui pendanaan awal dan sembilan tonggak pertama dengan total sekitar USD461.500.
Keputusan itu tidak bulat. Salah satu anggota komite, Hanh, menolak proposal tersebut karena mempertanyakan biaya dan bukti adopsi jangka panjang. Anggota lain mendukung kemampuan tim menjangkau pengguna baru, dengan batas waktu sembilan bulan sebagai ruang evaluasi sebelum pendanaan lanjutan. Meski demikian, draf Bowe tidak menyinggung hibah ZECsy sama sekali; argumennya murni bertumpu pada besarnya cadangan dan arus masuk yang terus berjalan.
"Sudah waktunya mematikan aliran dana ZCG. ZCG memiliki lebih dari USD125 juta dalam pendanaan, dan akan menerima jutaan lagi sebelum keran ditutup. Program ini tidak pernah dirancang untuk menangani dana sebesar ini," tulis Bowe dalam cuitannya.
Struktur ZCG sendiri memang berbeda dari program hibah kedua yang menerima 12% dari ZEC baru. Jika program kedua melibatkan pemegang koin dalam pemungutan suara kuartalan, ZCG dikelola oleh lima anggota komite yang dipilih panel penasihat komunitas tanpa pemungutan suara terpisah dari pemegang koin. Bowe menilai penumpukan dana dalam tata kelola dan penyimpanan terpisah seperti itu justru menambah risiko, terutama ketika kas sudah sangat tebal.
Hingga saat ini, proposal tersebut belum memiliki tanggal aktivasi dan masih memerlukan perubahan aturan jaringan Zcash. Artinya, alokasi 8% akan terus mengalir sekitar 144 ZEC per hari sampai aturan baru benar-benar diberlakukan. Bagi komunitas Zcash, perdebatan ini bukan sekadar soal angka, melainkan tentang arah tata kelola dana publik di jaringan privasi yang selama ini mengandalkan mekanisme hibah untuk mendorong adopsi.
Jika proposal Bowe diterima, Zcash akan menjadi salah satu proyek kripto pertama yang secara sadar menghentikan aliran dana hibah karena kasnya dianggap berlebih—sebuah preseden yang mungkin diikuti proyek lain. Namun jika ditolak, pertanyaan tentang akuntabilitas dan efektivitas belanja ZCG akan terus membayangi setiap keputusan hibah berikutnya, terutama yang menyentuh wilayah kontroversial.



