Ghost of Yōtei Laris, Tapi 24 Karyawan Sucker Punch Kena PHK: Paradoks Industri Gim AAA
Baca dalam 60 detik
- Sucker Punch Productions memangkas sekitar 24 staf—sekitar 10-12% dari total karyawan—meski Ghost of Yōtei mencatat penjualan 5,4 juta kopi dan pendapatan lebih dari US$400 juta.
- Keputusan ini diambil setelah studio meninjau kebutuhan tim untuk proyek berikutnya, mencerminkan tekanan efisiensi yang melanda pengembang gim kelas atas di bawah naungan PlayStation.
- Masa depan proyek baru Sucker Punch masih gelap, sementara gelombang PHK di industri gim global berpotensi memengaruhi ekosistem pengembang lokal dan talenta Indonesia yang terlibat dalam produksi internasional.

Studio di balik Ghost of Tsushima dan Ghost of Yōtei, Sucker Punch Productions, resmi mengurangi sekitar 24 posisi kerja—setara 10 hingga 12 persen dari total tenaga kerja yang diperkirakan mencapai 200-230 orang. Kabar ini mencuat pertama kali lewat laporan Aftermath yang mengutip surel internal manajemen studio, dan menjadi ironi tersendiri mengingat gim terbaru mereka tergolong sukses secara komersial maupun kritik.
Dalam surel yang dilihat Aftermath, pimpinan Sucker Punch menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mengamati tantangan pasar dan mengevaluasi kebutuhan tim untuk proyek selanjutnya. “Kami tidak mengambil keputusan ini dengan ringan,” tulis manajemen, seraya berjanji mendampingi karyawan terdampak selama masa transisi. Mereka juga menyebut pekan depan akan ada penjelasan lebih rinci mengenai arah studio ke depan.
Yang membuat langkah ini menuai sorotan adalah rekam jejak Ghost of Yōtei. Dirilis musim gugur lalu, gim tersebut mengantongi Metascore 86 di Metacritic dan masuk jajaran kandidat penghargaan akhir tahun 2025. Pada ajang DICE Awards Februari lalu, gim ini membawa pulang tiga trofi: Adventure Game of the Year, Outstanding Achievement in Character, dan Outstanding Achievement in Original Music Composition.
Kontras antara performa penjualan dan pemutusan hubungan kerja bukan hal baru di industri gim global. Model bisnis AAA yang menuntut biaya produksi tinggi, siklus pengembangan panjang, dan ekspektasi pertumbuhan tanpa henti sering kali membuat studio harus menyeimbangkan neraca meski produknya laku. Sony, sebagai induk Sucker Punch di bawah naungan PlayStation Studios, tampaknya menerapkan logika efisiensi serupa dengan yang terjadi di banyak penerbit besar lain: merampingkan tim sambil menyiapkan proyek berikutnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai seperti apa “proyek berikutnya” yang dimaksud. Sejak 2020, Sucker Punch memang hanya merilis seri Ghost beserta mode multipemainnya. Sebelumnya, studio ini dikenal lewat waralaba Sly Cooper dan Infamous. Ekspansi Ghost of Yōtei yang mendapat pujian menjadi rilis teranyar mereka, sehingga pertanyaan tentang arah kreatif studio semakin relevan.
“Setelah mencermati tantangan pasar dan meninjau kebutuhan tim untuk proyek kami berikutnya, kami memutuskan melakukan pengurangan staf. Kami tahu ini berat, dan kami ingin memastikan keputusan ini tidak diambil sembarangan,” demikian pernyataan manajemen Sucker Punch dalam surel internal yang dikutip Aftermath.
Bagi ekosistem industri gim Indonesia, dinamika di Sucker Punch menjadi cermin getir sekaligus pelajaran. Banyak talenta kreatif Tanah Air terlibat dalam rantai produksi global, baik sebagai outsourcer seni, pengembang pendukung, maupun komunitas modder. Ketika studio besar melakukan efisiensi, efek dominonya bisa terasa hingga ke mitra kerja di Asia Tenggara, terutama dalam proyek kolaborasi jangka pendek. Di sisi lain, fenomena ini menegaskan bahwa keberhasilan satu judul tidak serta-merta menjamin stabilitas lapangan kerja di sektor yang sangat fluktuatif ini.
Ke depan, publik menanti apakah Sucker Punch akan mengumumkan proyek baru dalam waktu dekat atau justru memperbesar celah ketidakpastian. Pertanyaan yang menggantung: jika gim yang meraih penghargaan dan meraup ratusan juta dolar pun tak luput dari PHK, standar keberhasilan seperti apa yang sebenarnya dituntut industri dari para pengembangnya?



