Square Enix Rilis Album Crystal Edition Final Fantasy 40 Tahun, Vinyl Dua Piringan Dibanderol Rp800 Ribuan
Baca dalam 60 detik
- Square Enix mengumumkan album kompilasi Final Fantasy 40th Anniversary Crystal Edition dalam format vinyl dan CD, mencakup musik dari 16 game utama.
- Vinyl dua piringan 12 inci dijual 8.000 yen (sekitar Rp800 ribu) plus pajak, sementara CD satu disk 3.600 yen (sekitar Rp360 ribu) plus pajak, sudah bisa dipesan di toko Jepang.
- Rilis dijadwalkan 6 Januari 2027, dengan ketersediaan global menyusul di Amerika Utara dan Eropa; ini menjadi salah satu merchandise termahal dalam perayaan 40 tahun seri RPG tersebut.

Square Enix memastikan perayaan empat dekade Final Fantasy tidak berhenti pada nostalgia semata. Perusahaan asal Jepang itu mengumumkan album kompilasi bertajuk Final Fantasy 40th Anniversary Crystal Edition yang akan hadir dalam format vinyl dan CD, dengan tanggal edar 6 Januari 2027. Pengumuman ini menjadi penanda bahwa waralaba RPG legendaris tersebut masih diperlakukan sebagai aset budaya pop yang layak dirayakan secara fisik, bukan sekadar rilis digital.
Album ini mengompilasi musik dari seluruh 16 judul utama Final Fantasy, mulai dari seri perdana pada 1987 hingga entri terbaru. Bagi Square Enix, langkah ini bukan tanpa alasan. Musik telah menjadi tulang punggung emosional seri sejak awal, membantu pemain mengingat momen-momen kunci seperti pertarungan melawan musuh yang tampak mustahil, perpisahan mengharukan, atau langkah pertama dalam petualangan panjang. Situs resmi album bahkan menegaskan bahwa musik Final Fantasy telah memberi generasi pemain kenangan yang bertahan lama.
Dari sisi harga, edisi vinyl dibanderol 8.000 yen (sekitar Rp800 ribu) plus pajak untuk dua piringan berukuran 12 inci. Sementara versi CD satu disk dijual 3.600 yen (sekitar Rp360 ribu) plus pajak. Keduanya sudah dapat dipesan di toko daring Square Enix Jepang. Untuk pasar Amerika Utara dan Eropa, perusahaan berjanji akan segera membuka pemesanan, meski halaman produk belum tersedia saat pengumuman ini dirilis.
Yang menarik, menyusun daftar lagu untuk album semacam ini bukan perkara mudah. Setiap game memiliki banyak komposisi ikonik yang sulit ditinggalkan. Ambil contoh Final Fantasy VII: bagaimana memilih antara "Aerith's Theme" dan "One-Winged Angel"? Belum lagi 15 judul lainnya. Square Enix tampaknya harus melalui perdebatan panjang sebelum memutuskan satu atau dua lagu per judul. Meski daftar lagu lengkap belum dipaparkan dalam pengumuman awal, ekspektasi penggemar sudah tinggi.
Bagi pasar Indonesia, rilisan ini berpotensi menjadi buruan kolektor. Komunitas penggemar Final Fantasy di Tanah Air cukup aktif, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Namun, harga vinyl yang setara Rp800 ribu plus pajak dan biaya pengiriman internasional bisa menjadi penghalang. Belum lagi kurs yen yang fluktuatif. Meski demikian, kehadiran album ini di toko resmi global membuka peluang bagi penggemar Indonesia untuk memilikinya tanpa harus melalui perantara.
Square Enix tampaknya ingin menjadikan perayaan 40 tahun sebagai momen komersial sekaligus apresiasi budaya. Setelah berbagai remaster dan remake, album fisik ini menjadi cara lain untuk merayakan warisan musik seri tersebut. Pertanyaannya, apakah harga premium akan sepadan dengan nilai koleksi, atau justru membuat sebagian penggemar setia harus berpikir dua kali? Yang jelas, bagi kolektor sejati, Crystal Edition ini sulit untuk dilewatkan.



