Shyamalan dan Nicholas Sparks Bersatu di Remain, Kembalinya Misteri Supernatural?
Baca dalam 60 detik
- M. Night Shyamalan mengarahkan Remain, film thriller supernatural-romantis yang dibintangi Jake Gyllenhaal dan Phoebe Dynevor, dijadwalkan tayang 5 Februari 2027.
- Proyek ini berawal dari cerita orisinal garapan Shyamalan dan novelis Nicholas Sparks, bukan adaptasi novel belaka, menandai kolaborasi tak biasa antara dua nama besar.
- Kehadiran Remain dinilai sebagai upaya Shyamalan kembali ke akar cerita misteri supernatural yang melambungkan namanya, setelah beberapa film terakhirnya menuai beragam respons.

M. Night Shyamalan akan kembali ke layar lebar dengan Remain, sebuah thriller supernatural-romantis yang dibintangi Jake Gyllenhaal dan Phoebe Dynevor. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Utara pada 5 Februari 2027, dengan rilis internasional mulai 3 Februari. Teaser perdananya baru saja dirilis, memberi gambaran tentang kisah cinta yang dibalut misteri dan nuansa horor.
Proyek ini menandai kolaborasi tak lazim antara Shyamalan dan novelis romantis produktif Nicholas Sparks, penulis The Notebook. Berbeda dari adaptasi novel biasa, Remain berawal dari cerita orisinal yang dikembangkan bersama oleh keduanya. Sparks kemudian menulis versi novelnya, sementara Shyamalan menulis skenario dan menyutradarai film. Novelnya telah terbit pada 2025 dan mendapat ulasan campuran, dengan pujian pada atmosfer romansa-misteri-horor namun kritik pada romansa yang terburu-buru dan misteri yang mudah ditebak.
Dalam filmnya, Gyllenhaal berperan sebagai Tate Gordon, seorang arsitek penyendiri yang tiba di kota pesisir kecil untuk mengerjakan proyek. Di sana ia bertemu Wren (Dynevor), perempuan muda memesona yang membawanya keluar dari cangkang. Hubungan mereka berkembang, tetapi kehidupan Wren menyimpan rahasia kelam yang menyeret Tate ke dalam misteri dan mimpi buruk supernatural. Teaser memperlihatkan pergeseran dari romansa hangat ke suasana mencekam, khas Shyamalan yang gemar memutar persepsi penonton.
Bagi Shyamalan, Remain berpotensi menjadi titik balik setelah serangkaian film yang terbelah opini. Old (2021) dianggap menarik namun tidak merata, Knock at the Cabin (2023) mendapat respons kritis lebih baik tetapi pendapatan box office moderat, dan Trap (2024) kembali menuai perpecahan. Kesuksesan komersial dan budaya The Sixth Sense, Unbreakable, dan Signs masih membayangi, sehingga Remain dilihat sebagai upaya kembali ke cerita misteri supernatural yang menjadi ciri khasnya.
Kombinasi Sparks-Shyamalan menyajikan daya tarik unik: sentuhan emosional khas Sparks bertemu dengan ketegangan supernatural Shyamalan. Jika berhasil, film ini tidak hanya memperkuat posisi Shyamalan di genre yang membesarkannya, tetapi juga membuka peluang bagi kolaborasi lintas genre lainnya. Namun, tantangannya adalah memadukan dua gaya yang sangat berbeda tanpa kehilangan koherensi naratif.
Di pasar Indonesia, film-film Shyamalan memiliki basis penggemar setia, terutama di kalangan penikmat thriller psikologis. Kehadiran Jake Gyllenhaal dan Phoebe Dynevor juga menambah daya tarik bagi penonton muda. Meski demikian, jadwal rilis yang masih jauh memberi ruang bagi distributor lokal untuk menyiapkan strategi promosi, termasuk potensi perilisan serentak dengan pasar global.
Dengan teaser yang sudah memancing rasa penasaran, Remain menjadi salah satu film paling dinanti awal 2027. Apakah Shyamalan mampu mengembalikan magisnya, atau justru terjebak dalam formula yang sama? Jawabannya baru akan terlihat saat filmnya tayang.



