Jorge Martin Kejar Fit di Sepang: Terapi Intensif demi Selamatkan Peluang Juara MotoGP
Baca dalam 60 detik
- Cedera pergelangan tangan kanan memaksa Jorge Martin menjalani protokol pemulihan kilat sebelum penilaian medis di Sepang.
- Selisih 10 poin dari Marc Marquez membuat Martin pantang menyerah meski risiko cedera lebih parah mengintai.
- Aprilia menegaskan tidak akan memaksakan ridernya turun, tetapi tetap membuka peluang jika kondisi memungkinkan.

Jorge Martin tidak menyerah pada ambisi meraih gelar MotoGP 2024. Meski mengalami fraktur pada tulang pengumpil tangan kanan akibat kecelakaan di sprint Grand Prix Australia, pembalap Aprilia itu tetap bertekad tampil di Seri Malaysia akhir pekan ini. Upaya pemulihan pun dilakukan secara intensif, dengan melibatkan tim fisioterapis pribadi dan serangkaian terapi khusus.
Kecelakaan yang terjadi di Sirkuit Phillip Island, Sabtu lalu, sempat memunculkan kekhawatiran bahwa musim Martin telah berakhir. Saat itu, ia sedang terlibat duel sengit dengan Marc Marquez selama delapan setengah lap. Namun, hasil CT scan di Melbourne malam harinya meredakan ketakutan tersebut: fraktur tulang pengumpil tidak bergeser, sehingga tidak perlu operasi. Cedera pada tulang hasta juga tidak terbukti. Situasi ini diperparah—atau justru menguntungkan—oleh pembatalan balapan utama di Phillip Island karena cuaca buruk. Marquez, yang menang sprint, hanya menambah keunggulannya menjadi 10 poin atas Martin, dan 50 poin atas Marco Bezzecchi di posisi ketiga.
Dengan sisa balapan yang semakin sedikit, Martin menyadari bahwa setiap poin sangat berharga. Ia pun terbang dari Melbourne ke Kuala Lumpur pada Senin dini hari dan langsung memulai program pemulihan. Aitor Tomas, fisioterapis yang bekerja untuk agensi Playmaker, telah menyusun protokol dua fase. Fase pertama berfokus pada pengurangan pembengkakan dan perbaikan fungsi tulang melalui cryotherapy (es) dan terapi manual. "Kami juga akan merangsang regenerasi tulang dengan sistem magnetoterapi," ujar Tomas kepada Motorsport.com.
Jika kondisi membaik dan diizinkan membalap, protokol akan diubah: fokus pada pergelangan tangan, meminimalkan pembengkakan, dan manajemen nyeri. Martin juga akan menjalani terapi pita elastis dan modifikasi sarung tangan dari Alpinestars agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan. Suntikan pereda nyeri akan diputuskan belakangan, tergantung respons tubuh setelah mencoba motor.
Bagi Martin, tantangan sesungguhnya bukan hanya pada cedera, tetapi juga pada beban ekstrem yang diterima pergelangan tangan kanan saat mengendarai MotoGP. Tangan kanan berperan vital dalam mengontrol gas, menarik tuas rem depan, dan menopang tubuh saat bermanuver. Ditambah lagi, cuaca panas dan lembap di Sepang akan memperberat kondisi fisik. Meski demikian, tim Aprilia memilih untuk tidak menekan pembalapnya. "Kami akan menjalani hari demi hari. Kesehatan adalah prioritas utama. Apa pun keputusan Jorge, kami mendukungnya," kata juru bicara tim.
"Tidak perlu ada yang memberitahunya tentang taruhannya, dia sudah tahu betul. Karena itu kami tidak memberi tekanan sama sekali. Dalam situasi seperti ini, kesehatan adalah yang utama."
Martin dijadwalkan menjalani istirahat total hingga Kamis. Pada Kamis siang, ia akan mendatangi sirkuit untuk diperiksa oleh tim medis kejuaraan yang dipimpin Dr. Angel Charte. Jika lolos, ia masih harus melewati evaluasi lanjutan setelah sesi latihan bebas pertama. Dengan sisa musim yang kian pendek, keberanian Martin untuk tetap tampil meski dalam kondisi tidak prima menunjukkan tekadnya untuk mempertahankan gelar. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan tim medis dan kondisi fisiknya sendiri.
Pertanyaannya kini: akankah Martin mampu mengatasi rasa sakit dan tampil kompetitif di Sepang, atau justru risiko cedera lebih lanjut akan menghancurkan peluangnya? Yang jelas, drama perebutan gelar MotoGP 2024 masih jauh dari kata usai.



