Leclerc Klaim Temukan Titik Terang di Ferrari, Bertekad Menang Sebelum Musim 2026 Usai
Baca dalam 60 detik
- Charles Leclerc finis kedua di GP Amerika Serikat, tertinggal 13 detik dari Kimi Antonelli, dan menyebut performanya kian membaik.
- Pembalap Monako itu merasa telah menemukan kunci pengembangan mobil Ferrari dalam dua hingga tiga balapan terakhir.
- Dengan lima seri tersisa, Leclerc yakin bisa meraih kemenangan meski persaingan di posisi kedua klasemen sangat ketat.

Charles Leclerc akhirnya mengungkapkan bahwa ia telah menemukan titik terang dalam cara mengemudikan mobil Ferrari setelah finis runner-up di Grand Prix Amerika Serikat, Minggu (19/10/2025). Pembalap Monako itu menilai peningkatan feeling dengan SF-25 menjadi modal utama untuk menutup musim 2026 dengan setidaknya satu kemenangan.
Di Circuit of the Americas, Leclerc harus puas berada di belakang pemenang balapan sekaligus pemuncak klasemen, Kimi Antonelli, dengan selisih 13 detik. Sepanjang balapan, ia terlibat duel sengit melawan Max Verstappen dan Lando Norris. Hasil ini melanjutkan tren positif setelah ia juga finis kedua di Singapura beberapa pekan sebelumnya.
“Apakah saya bisa mengubahnya menjadi kemenangan masih sulit diprediksi karena selisihnya sangat tipis dan juga bergantung pada rencana pengembangan tim lain di balapan mendatang,” ujar Leclerc dalam sesi konferensi pers usai balapan, seperti dikutip Motorsport.com. “Tapi feeling dengan mobil semakin membaik. Mobil-mobil ini sangat spesifik dan unik, dan saya merasa dalam dua atau tiga balapan terakhir saya telah menemukan sesuatu lagi dalam hal mengemudi, terutama dalam menyetel mobil sesuai gaya saya.”
Leclerc menambahkan bahwa kombinasi antara peningkatan cara mengemudi dan setelan mobil telah membawa langkah maju bagi tim. “Keduanya bersama-sama telah membuat kami selangkah lebih baik, dan saya merasa jauh lebih nyaman dengan mobil. Saya harap ini akan berujung pada kemenangan soon. Apakah di Singapura atau di Austin, kami sudah cukup dekat, jadi saya yakin kami akan memiliki peluang untuk menang sebelum akhir musim,” tegasnya.
Grand Prix Amerika Serikat menjadi pembuka rangkaian triple-header kedua musim ini. Setelah ini, para pembalap akan menuju Mexico City untuk melakoni GP Meksiko akhir pekan depan, sebelum melanjutkan ke GP Brasil dan Las Vegas. Dua seri terakhir di Qatar dan Abu Dhabi dijadwalkan menjadi penutup musim, dengan total lima balapan tersisa.
Meski belum meraih kemenangan musim ini, Leclerc masih berpeluang besar mengakhiri musim di posisi kedua klasemen pembalap. Saat ini ia berada di peringkat kelima dengan koleksi 233 poin, hanya terpaut sembilan poin dari George Russell (Mercedes) yang menempati posisi kedua dengan 242 poin. Lewis Hamilton dan Max Verstappen berada di posisi ketiga dan keempat, masing-masing dengan 240 dan 238 poin. Persaingan di posisi runner-up pun diprediksi memanas hingga seri terakhir.
“Saya telah menemukan sesuatu lagi dalam hal mengemudi, terutama setelan mobil. Saya merasa jauh lebih nyaman dan berharap ini segera berbuah kemenangan.” — Charles Leclerc
Bagi Ferrari, sinyal positif dari Leclerc menjadi angin segar di tengah musim yang belum sepenuhnya sesuai harapan. Tim asal Maranello itu masih tertinggal dalam perburuan gelar konstruktor, tetapi peningkatan performa dalam beberapa balapan terakhir menunjukkan arah pengembangan yang tepat. Jika Leclerc mampu mempertahankan momentum, bukan tidak mungkin ia menutup musim dengan kemenangan perdana.
Pertanyaannya, mampukah Leclerc mengonversi peningkatan feeling menjadi trofi di sisa lima balapan? GP Meksiko akhir pekan depan akan menjadi ujian pertama untuk membuktikan bahwa ‘sesuatu’ yang telah ia temukan bukan sekadar ilusi.



