Mekies Bongkar Penyebab Verstappen Gagal Finis Kedua di Austin
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen finis ketiga di GP Amerika Serikat setelah mobilnya menghantam puing karbon pada lap kedelapan, menurut penjelasan bos Red Bull Laurent Mekies.
- Red Bull kehilangan performa akibat masalah keseimbangan mobil yang memperparah degradasi ban, sementara Isack Hadjar mengalami kegagalan kopling dan hilangnya komunikasi radio.
- Terlepas dari insiden tersebut, Red Bull naik ke peringkat ketiga klasemen konstruktor dan Verstappen hanya terpaut enam poin dari posisi kedua di klasemen pembalap.

Max Verstappen harus puas finis di posisi ketiga pada Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas, Minggu (19/10/2025), setelah mobil RB22 miliknya mengalami kerusakan akibat menghantam puing karbon pada lap kedelapan. Kekecewaan pembalap Belanda itu terlihat jelas saat ia mengutarakan keluhan melalui radio tim mengenai pemilihan ban dan sistem pengereman mesin yang dianggapnya buruk. Namun, CEO dan principal Red Bull Racing, Laurent Mekies, segera memberikan klarifikasi bahwa masalah utama bukan sepenuhnya kesalahan strategi tim, melainkan dampak dari insiden tersebut.
Menurut Mekies, benturan dengan debris tersebut merusak keseimbangan aerodinamika mobil, yang kemudian memicu penurunan laju dan meningkatkan degradasi ban. "Mobil Max menabrak puing sekitar lap delapan dan mengalami kerusakan. Selain itu, ada beberapa masalah yang mengganggu keseimbangan, sehingga laju menurun, degradasi meningkat, dan Max tidak bisa mempertahankan posisi kedua," ujarnya dalam sesi jumpa pers usai balapan. Pernyataan ini menepis anggapan bahwa tim gagal total dalam menyiapkan mobil, meski Verstappen sendiri sempat menyayangkan keputusan taktis yang diambil.
Red Bull juga tidak bisa menyembunyikan kekurangan pace untuk mengejar pemenang balapan, Kimi Antonelli, yang tampil dominan sepanjang lomba. Mekies mengakui bahwa timnya kehilangan performa puncak dan tidak memiliki cukup kecepatan untuk bersaing langsung dengan pembalap muda tersebut. "Kami meninggalkan Austin dengan rasa tidak puas. Kami kehilangan sedikit keunggulan hari ini, dan saya rasa kami tidak cukup cepat untuk melawan Kimi yang menjalani balapan sangat kuat. Selamat untuknya," tambahnya. Meski demikian, hasil podium ke-12 musim ini tetap menjadi modal berharga bagi Verstappen yang kini menempati peringkat ketiga klasemen pembalap, hanya terpaut enam poin dari posisi kedua.
Selain masalah pada mobil Verstappen, rekan setimnya, Isack Hadjar, mengalami awal balapan yang buruk akibat kopling rusak. Situasi semakin rumit ketika komunikasi radio Hadjar terputus total, yang membuat strategi pit menjadi kacau. Mekies tidak menutupi kegagalan teknis ini dan secara terbuka mengakui bahwa tim telah mengecewakan pembalap muda tersebut. "Cerita serupa juga dialami Isack, yang balapannya terganggu oleh start dan beberapa masalah selama lomba. Start memang belum sempurna, tetapi tim sedang bekerja untuk memastikan kami memiliki alat yang tepat guna memperbaikinya di masa depan," jelasnya. Insiden ini menjadi sorotan akan pentingnya keandalan mobil di tengah persaingan ketat musim ini.
"Kami meninggalkan Austin dengan rasa tidak puas. Kami kehilangan sedikit keunggulan hari ini, dan saya rasa kami tidak cukup cepat untuk melawan Kimi yang menjalani balapan sangat kuat." โ Laurent Mekies, CEO Red Bull Racing
Meskipun kedua pembalap mengeluhkan handling mobil di Circuit of the Americas, Red Bull secara matematis masih berada di posisi yang menguntungkan. Kenaikan ke peringkat ketiga klasemen konstruktor dan jarak poin yang tipis di klasemen pembalap memberikan harapan besar untuk sisa musim. Mekies menegaskan bahwa tim akan mempelajari semua data dari akhir pekan ini untuk bangkit di Grand Prix Meksiko yang berlangsung sepekan kemudian. Sirkuit Mexico City yang berada di ketinggian lebih dari 2.200 meter di atas permukaan laut akan menjadi ujian tersendiri bagi aerodinamika dan sistem pendingin mobil RB22.
Jika Red Bull mampu mengatasi masalah kopling dan menyetel ulang keseimbangan mobil untuk kondisi udara tipis di Meksiko, Verstappen berpeluang besar merebut posisi kedua di klasemen pembalap sebelum musim berakhir. Namun, tantangan dari tim rival seperti Mercedes dan Ferrari yang terus berkembang membuat persaingan semakin sengit. Pertanyaannya, akankah Red Bull benar-benar memanfaatkan momentum di Austin untuk bangkit, atau justru kembali tersandung oleh masalah teknis yang sama di Meksiko? Publik Formula 1 menantikan jawabannya dalam balapan yang akan digelar akhir pekan ini.



