Gnabry Cetak Gol ke-100, Bayern Rebut Puncak Klasemen dari Freiburg
Baca dalam 60 detik
- Bayern Munich menang 3-1 atas Freiburg berkat gol Upamecano, Gnabry, dan Olise, kembali ke puncak Bundesliga.
- Gol Gnabry menjadi milestone pribadi: 100 gol Bundesliga, sementara Upamecano tampil dominan dengan sentuhan terbanyak.
- Kemenangan ini menjaga momentum Bayern di tengah rotasi besar yang dilakukan pelatih sementara Aaron Danks.

Bayern Munich kembali ke puncak klasemen Bundesliga setelah mengalahkan Freiburg 3-1 di Europa-Park Stadion, Sabtu (19/10/2024). Kemenangan ini sekaligus menandai gol ke-100 Serge Gnabry di kompetisi domestik, sebuah pencapaian yang menegaskan ketajaman lini serang Die Roten meski tanpa pelatih utama Vincent Kompany di bangku cadangan.
Kompany absen dan posisinya diisi asisten pelatih Aaron Danks, yang melakukan lima perubahan dari starting XI saat bermain imbang 2-2 melawan Arsenal di Liga Champions. Jonas Urbig dipercaya mengawal gawang menggantikan Manuel Neuer yang cedera, sementara Jonathan Tah, Nathaniel Brown, Michael Olise, dan Lennart Karl kembali masuk sejak menit awal. Freiburg juga merotasi lima pemain setelah kalah di Conference League dari Monaco, dengan Philipp Treu, Philipp Lienhart, Patrick Osterhage, Derry Scherhant, dan Lucas Hรถler mengisi posisi inti.
Freiburg sebenarnya tampil agresif di awal laga dan sempat menyulitkan Bayern. Namun, Dayot Upamecano membuka keunggulan pada menit ke-16 setelah merebut bola di dekat kotak penalti sendiri, bertukar umpan dengan Olise, dan menaklukkan kiper Mio Backhaus dengan penyelesaian tenang. Gol itu mengubah tempo permainan; Bayern mulai mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang.
Menjelang akhir babak pertama, Gnabry menggandakan keunggulan lewat aksi individunya. Ia melakukan one-two dengan Brown sebelum melepaskan tembakan terukur ke gawang Backhaus. Gol tersebut tidak hanya memperkokoh posisi Bayern, tetapi juga mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemain ke-100 yang mencetak 100 gol Bundesliga.
Di babak kedua, Bayern tetap menguasai pertandingan. Harry Kane nyaris menambah keunggulan lewat sundulan jarak dekat yang melewati mistar, dan Ismael Saibari yang masuk sebagai pengganti juga dihentikan Backhaus. Namun, Freiburg tiba-tiba memperkecil ketertinggalan pada menit ke-70 setelah umpan silang rendah Vincenzo Grifo berbelok ke gawang sendiri oleh Tom Bischof. Gol bunuh diri itu membangkitkan semangat tuan rumah, yang kemudian meningkatkan intensitas serangan.
Freiburg hampir menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir melalui sundulan Matthias Ginter, tetapi Urbig berhasil menyelamatkan gawang Bayern. Saat laga tampak akan berakhir dramatis, Olise memanfaatkan kesalahan Backhaus yang kehilangan bola di area sendiri dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong pada menit ke-90+5. Kemenangan ini pun memastikan Bayern kembali ke posisi teratas, menggeser rival-rivalnya.
"Kami menunjukkan mentalitas juara. Rotasi bukan alasan untuk menurunkan standar. Gnabry dan Upamecano tampil luar biasa, dan Olise menyegel kemenangan dengan kecerdikan," ujar Aaron Danks dalam konferensi pers usai laga.
Bagi Bayern, kemenangan ini menjadi sinyal bahwa kedalaman skuad mereka mampu mengatasi absennya sejumlah pemain kunci. Sementara itu, Freiburg harus puas tetap di papan tengah dan belum konsisten di kompetisi domestik. Pertanyaan ke depan: mampukah Bayern mempertahankan puncak klasemen hingga akhir musim, ataukah rotasi besar akan menjadi bumerang di laga-laga sibuk mendatang?



