Kemiskinan Anak Wales Tertinggi di Inggris: 32% Anak Hidup di Bawah Garis Relatif
Baca dalam 60 detik
- Wales mencatat angka kemiskinan anak tertinggi di Inggris, dengan 32% anak hidup dalam kemiskinan relatif setelah biaya perumahan.
- Komite Urusan Wales membuka penyelidikan untuk mengakhiri kemiskinan anak, sementara para ahli menyoroti bahwa kemiskinan semakin dalam dan mendarah daging.
- Pemerintah Inggris berjanji mengangkat 550.000 anak dari kemiskinan melalui strategi nasional, tetapi pemerintah Wales menuntut kewenangan lebih besar atas kesejahteraan.

Angka kemiskinan anak di Wales mencapai 32%—tertinggi di antara negara-negara bagian Inggris—menurut statistik resmi terbaru. Kondisi ini memicu penyelidikan parlemen yang dibuka pada Rabu (5/2/2025) oleh Komite Urusan Wales, untuk mencari solusi mengakhiri kemiskinan anak yang telah lama membelenggu.
Seorang ibu tunggal asal Barry, Sarah Ruscoe, berbagi pengalaman pahit saat harus membiarkan putrinya, Sabrina (11), tidur di kasur yang ditopang tumpukan buku karena salah satu kaki ranjang patah. "Setiap tahun rasanya semakin memburuk," ujarnya kepada BBC Wales, menggambarkan bagaimana tunjangan yang diterima tak pernah cukup menutup kebutuhan dasar.
Ruscoe, yang mengidap fibromyalgia—penyakit nyeri kronis yang membuatnya tak mampu bekerja—mengaku kesulitan membeli ranjang baru. Skor kredit yang buruk membuat harga barang menjadi dua hingga tiga kali lipat dibanding pembelian tunai. Bantuan akhirnya datang dari badan amal Action for Children yang menyediakan ranjang susun dan kasur baru. "Sekarang Sabrina punya tempat tidur yang aman, seperti sarang kecil," katanya.
Dalam sidang perdana penyelidikan, Laurie Ryall, Direktur Action for Children Wales, menyoroti tidak adanya satu pintu akses layanan yang membuat keluarga kebingungan. "Mereka tidak tahu haknya atau harus ke mana; ini membingungkan, seperti ladang ranjau," ujarnya. Sementara itu, Mabli Jones dari lembaga pemikir Bevan Foundation menegaskan bahwa meskipun angka kemiskinan anak stagnan selama 20 tahun, "yang terjadi di permukaan adalah kemiskinan semakin dalam." Hampir separuh penduduk miskin Wales kini tergolong sangat miskin, yang berarti banyak keluarga terpaksa melewatkan kebutuhan pokok.
"Setiap tahun rasanya semakin memburuk. Tahun lalu saya masih bisa menabung untuk Natal, sekarang sama sekali tidak. Semua harga naik," kata Sarah Ruscoe.
Pemerintah Inggris melalui juru bicaranya menyatakan komitmennya menurunkan angka kemiskinan anak melalui strategi nasional yang akan mengangkat 550.000 anak dari kemiskinan—penurunan terbesar sepanjang sejarah. Langkah yang disebutkan termasuk menghapus batas dua anak (two-child limit) yang diperkirakan berdampak pada 69.000 anak di Wales, pemotongan sementara tagihan listrik, dan kenaikan Upah Hidup Nasional yang disebut telah menurunkan penggunaan bank makanan. Namun, pemerintah Wales menilai langkah itu belum cukup dan menuntut kewenangan lebih besar atas kebijakan kesejahteraan. Mereka juga tengah menguji skema percontohan pemberian £10 per minggu per anak, sambil meminta jaminan bahwa bantuan itu tidak akan memengaruhi tunjangan keluarga.
Kemiskinan anak yang mengakar di Wales bukan sekadar angka, melainkan cermin kegagalan sistem perlindungan sosial dalam menjangkau mereka yang paling rentan. Dengan penyelidikan parlemen yang baru dimulai, publik menanti apakah rekomendasi yang dihasilkan akan mampu mengubah nasib keluarga seperti Ruscoe—atau hanya menambah daftar janji tanpa eksekusi.



