Festival SenengSoccer di JIS: 68 Siswi SD Unjuk Ketangkasan, Bibit Sepak Bola Putri Masa Depan
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 68 siswi dari 12 SD dan MI di Jakarta Utara mengikuti Festival SenengSoccer di Jakarta International Stadium, Sabtu (24/10/2026), sebagai bagian dari MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 2026/2027.
- Festival ini menguji keterampilan dasar sepak bola melalui rangkaian rintangan, dengan Naufalyn Fikria Rabbani dari SDN Cipulir 03 keluar sebagai peserta tercepat.
- Kegiatan ini menjadi pintu masuk pembinaan sepak bola putri usia dini, dengan dukungan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife, serta berlanjut ke babak semifinal dan final MLSC pada 25 Oktober 2026.

Sebanyak 68 siswi dari 12 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) di Jakarta Utara dan sekitarnya mengikuti Festival SenengSoccer di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Jaya Seri 1 2026/2027 yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife.
Festival SenengSoccer dirancang untuk menguji ketangkasan peserta melalui berbagai rintangan yang merepresentasikan keterampilan dasar sepak bola. Para siswi harus melewati dribbling, passing and control, 1on1, throw-in, shoot on target, hingga penalty shoot. Setiap peserta berlari zig-zag, melakukan lemparan ke dalam, menggiring bola melewati lintasan berkelok, melompati rintangan, dan menembak ke gawang sebelum menekan tombol penghenti waktu. Catatan waktu menjadi penentu peserta tercepat.
Naufalyn Fikria Rabbani dari SDN Cipulir 03 tampil sebagai yang tercepat dengan waktu 35,52 detik. Ia mengungguli Hawra Gumaisha Ardifa dari SDN Jatinegara 10 Pagi (41,76 detik) dan Shanum Zalika Khattab dari SDN Duren Sawit 01 (42,90 detik). Naufalyn, siswi berusia tujuh tahun, mengaku senang bisa mempelajari teknik dasar seperti mengoper, menggiring, dan menendang bola. "Saya ingin terus berlatih supaya bisa menjadi pemain sepak bola yang hebat," ujarnya.
Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, menegaskan bahwa Festival SenengSoccer bukan sekadar ajang bermain. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pintu masuk bagi siswi untuk mengenal dan menikmati sepak bola sejak dini, sekaligus menunjukkan minat dan potensi yang dimiliki. "Melalui berbagai aktivitas di lapangan, mereka bisa belajar keterampilan dasar. Selanjutnya, sekolah bisa mengambil peran dalam mengembangkan potensi itu melalui latihan rutin dan pembentukan tim sepak bola putri," kata Satia.
Pelatih SDN Cipulir 03, Muhammad Soleh, mengungkapkan bahwa Naufalyn menunjukkan perkembangan pesat berkat konsistensi latihan. Selama ini, latihan sepak bola di sekolah tersebut dilakukan di area lantai sekolah dengan frekuensi dua hingga tiga kali sepekan. Menurut Soleh, antusiasme siswi terhadap sepak bola menjadi modal penting untuk membangun pembinaan usia dini. "Naufalyn memiliki potensi untuk berkembang menjadi pemain yang lebih baik. Kemampuan dasar seperti dribbling, heading, dan menendang bola ke arah gawang sudah cukup baik," ujarnya.
MLSC Jakarta Jaya Seri 1 2026/2027 sendiri diikuti 1.600 siswi dari 112 SD dan MI di Jakarta dan sekitarnya. Kompetisi 7 vs 7 ini terbagi menjadi 32 tim di Kategori Usia (KU) 10 dan 111 tim di KU12. Setelah Festival SenengSoccer, pertandingan akan berlanjut ke babak semifinal dan final KU10 dan KU12 di JIS pada Minggu (25/10/2026).
Festival ini memperlihatkan bahwa ekosistem sepak bola putri Indonesia mulai dibangun dari akar rumput. Dengan melibatkan sekolah dasar dan madrasah, program seperti MLSC tidak hanya mencetak pemain potensial tetapi juga menumbuhkan budaya berolahraga di kalangan siswi. Tantangan ke depan adalah memastikan agar minat yang tumbuh di festival ini berlanjut menjadi pembinaan berkelanjutan, sehingga talentsa muda tidak berhenti di ajang seremonial.



