Man United Incar Fabian Hürzeler, Siap Pecahkan Rekor Kompensasi Dunia
Baca dalam 60 detik
- Manchester United mempertimbangkan Fabian Hürzeler sebagai kandidat manajer, tetapi Brighton menuntut biaya kompensasi melebihi rekor £21,7 juta yang pernah dibayar Bayern Munich untuk Julian Nagelsmann.
- Hürzeler, 33 tahun, terikat kontrak hingga 2029 tanpa klausul pelepasan, dan Brighton berada di posisi ketiga Premier League setelah tujuh laga.
- Tekanan terhadap Michael Carrick meningkat setelah hanya dua kemenangan dari 11 pertandingan, sementara direktur sepak bola Jason Wilcox dan kepala rekrutmen Christopher Vivell memiliki preferensi berbeda.

Manchester United dilaporkan tengah menimbang kemungkinan merekrut Fabian Hürzeler dari Brighton & Hove Albion, langkah yang berpotensi memecahkan rekor biaya kompensasi manajer termahal dalam sejarah sepak bola. Menurut laporan jurnalis Telegraph Matt Law, Hürzeler memiliki pendukung di ruang rapat Old Trafford, tetapi Brighton disebut akan menuntut mahar melebihi £21,7 juta yang dibayarkan Bayern Munich kepada RB Leipzig untuk Julian Nagelsmann pada 2021.
Tekanan terhadap manajer saat ini, Michael Carrick, kian memuncak setelah United hanya meraih dua kemenangan dari 11 pertandingan di semua kompetisi. Meskipun manajemen diperkirakan tetap mempertahankan Carrick untuk laga Premier League melawan Bournemouth pada Minggu, para petinggi klub mulai memetakan opsi pengganti. Dua nama muncul sebagai favorit: Eddie Howe, yang saat ini menganggur dan dikabarkan bersedia mendengarkan tawaran, serta Nagelsmann, yang disebut terbuka berdiskusi namun menuntut jaminan soal struktur klub.
Hürzeler menjadi nama yang paling menarik perhatian karena kombinasi usia muda, gaya bermain progresif, dan pencapaian bersama Brighton. Pelatih berusia 33 tahun itu membawa The Seagulls ke posisi ketiga Premier League setelah tujuh pertandingan, termasuk kemenangan atas Arsenal dan Aston Villa. Ia bergabung dari St Pauli pada 2024 setelah membawa klub Jerman tersebut promosi ke Bundesliga, dan sejak itu dianggap sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Inggris.
Namun, upaya United untuk mendatangkan Hürzeler tidak akan mulus. Brighton dilaporkan santai menghadapi ketertarikan tersebut karena kontrak panjang tanpa klausul pelepasan memberi mereka posisi tawar kuat. Klub yang bermarkas di Amex Stadium itu punya rekam jejak menjual pemain dan staf dengan harga tinggi, dan mereka tidak akan melepas Hürzeler tanpa kompensasi yang sangat besar.
"Saya benar-benar fokus pada pekerjaan saya di sini. Saya tidak punya waktu untuk memikirkan rumor-rumor itu karena kami bermain setiap tiga hari," kata Hürzeler pada Jumat, seperti dikutip dari pernyataannya. Ia juga menyampaikan rasa hormat kepada Carrick: "Dia adalah pribadi yang hebat, kepribadian yang hebat. Setiap kali kami bertemu, hubungan kami sangat baik."
Di sisi lain, Carrick masih berharap bisa membalikkan keadaan. Untuk laga melawan Bournemouth, ia bisa kembali diperkuat Leny Yoro setelah menjalani skorsing Liga Champions, Ayden Heaven yang pulih dari sakit, dan Matthijs de Ligt yang comeback dari cedera. Namun, Lisandro Martinez dan Marcus Rashford masih diragukan, sementara Luke Shaw, Kobbie Mainoo, Manuel Ugarte, Patrick Dorgu, dan Benjamin Sesko diperkirakan absen.
Bagi United, keputusan soal manajer akan menjadi ujian bagi INEOS dalam mengelola ekspektasi dan sumber daya. Mendatangkan Hürzeler berarti berinvestasi besar pada pelatih muda yang belum terbukti di klub raksasa, tetapi memiliki visi permainan modern. Sementara itu, opsi seperti Howe atau Nagelsmann menawarkan pengalaman dan profil yang lebih mapan, meski dengan tantangan adaptasi masing-masing.
Pertanyaannya, apakah United akan berani memecahkan rekor kompensasi untuk seorang pelatih yang baru setahun menangani di Premier League? Ataukah mereka memilih jalur yang lebih aman dengan manajer berpengalaman? Dalam beberapa pekan ke depan, tekanan pada Carrick dan dinamika di ruang rapat Old Trafford akan menentukan arah kebijakan klub.



