Keponakan Dolly Parton Berjuang Melawan Kanker, Dua Bulan Setelah Sang Ikon Wafat
Baca dalam 60 detik
- Danielle, keponakan Dolly Parton, mengungkapkan dirinya sedang menjalani perawatan kanker stadium nol.
- Ia baru saja ditunjuk sebagai duta merek untuk estate Dolly Parton, mewarisi tanggung jawab menjaga warisan sang bibi.
- Pengakuan ini muncul dua bulan setelah Dolly meninggal karena kanker, menyoroti pentingnya deteksi dini.

Danielle, keponakan mendiang Dolly Parton, mengumumkan bahwa ia tengah berjuang melawan kanker. Kabar ini disampaikan dua bulan setelah kepergian sang bibi, Dolly Parton, yang meninggal pada Agustus 2025 di usia 80 tahun akibat kanker yang tidak diungkap jenisnya. Pengakuan Danielle mencuat saat ia diperkenalkan sebagai duta merek untuk estate Dolly Parton, Kamis (22/10/2026).
Dalam wawancara dengan Extra, perempuan berusia 50 tahun itu mengaku didiagnosis kanker stadium nol. Menurutnya, penyakit tersebut terdeteksi dini berkat pemeriksaan medis yang cepat. โSaya sedang melalui sedikit pertempuran kanker sendiri saat ini,โ ujarnya. Ia memilih tidak merinci jenis kanker yang dideritanya, namun menegaskan bahwa kondisinya masih tergolong awal dan dapat ditangani.
Danielle juga mengenang reaksi Dolly saat mengetahui kabar tersebut. Ia menuturkan bahwa sang bibi sangat terpukul dan merasa hancur. โDia sangat terpukul bahwa saya mengalami ini. Saya ingat mengatakan padanya, โAyolah, ini tidak seburuk itu. Saya hanya ingin kamu tahu karena saya akan biopsiโ,โ kenang Danielle. Ia menambahkan bahwa Dolly selalu lebih mengkhawatirkan orang lain daripada mengungkapkan masalah kesehatannya sendiri.
Penunjukan Danielle sebagai duta merek estate Dolly Parton menjadi momen penting bagi keluarga Parton. Dalam video Instagram Reels, ia berjanji akan menceritakan kisah di balik ikon global tersebut dan mendukung upaya melanjutkan pekerjaan yang dicintai Dolly. โSaya sangat bersyukur dapat membantu merawat warisan yang berarti bagi keluarga saya dan juga Anda semua,โ tuturnya.
Kanker stadium nol, atau karsinoma in situ, merupakan tahap paling awal di mana sel abnormal belum menyebar ke jaringan sekitar. Deteksi dini seperti yang dialami Danielle memberikan prognosis jauh lebih baik dan peluang kesembuhan lebih tinggi. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya skrining rutin, terutama bagi mereka dengan riwayat keluarga.
Di Indonesia, kesadaran akan deteksi dini kanker masih rendah. Data Globocan 2020 menunjukkan sekitar 70% pasien kanker di Indonesia terdiagnosis pada stadium lanjut, yang berdampak pada tingginya angka kematian. Kisah Danielle diharapkan dapat memicu diskusi lebih luas tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala dan akses layanan onkologi yang merata.
Ke depan, publik akan menantikan bagaimana Danielle menjalani perawatan sekaligus mengemban peran barunya. Apakah kisahnya akan mendorong kampanye kesadaran kanker yang lebih gencar, mengingat Dolly Parton sendiri dikenal dermawan di bidang kesehatan?



