Leclerc Kuasai FP1 dan FP2 GP Amerika, Verstappen Protes Sirkuit Austin
Baca dalam 60 detik
- Charles Leclerc menyapu bersih sesi latihan bebas GP Amerika, unggul tipis atas Max Verstappen.
- Verstappen menyebut gundukan di Sirkuit Austin sudah di luar kendali dan menuntut perbaikan.
- Ferrari membawa paket pembaruan kecil yang disebut bernilai kurang dari sepersepuluh detik per lap.

Charles Leclerc memulai akhir pekan GP Amerika dengan sempurna. Pembalap Ferrari itu menjadi tercepat di sesi latihan bebas pertama (FP1) dan kedua (FP2) di Circuit of the Americas, Austin, Jumat waktu setempat. Namun, torehan waktu Leclerc hanya berselisih tipis dari Max Verstappen, penantang utama dari Red Bull.
Pada FP1, Leclerc mencatat waktu terbaik, disusul Verstappen di posisi kedua. Sesi sore (FP2) mengulang duel yang sama: Leclerc kembali di depan, sementara Verstappen harus puas menjadi runner-up. Selisih waktu keduanya sangat kecil, menandakan persaingan di papan atas akan ketat sepanjang akhir pekan.
Ferrari sendiri tidak datang dengan pembaruan besar. Tim asal Maranello itu hanya memboyong paket aerodinamis minor yang oleh insinyur mereka diperkirakan menyumbang peningkatan kurang dari 0,1 detik per lap. Meski demikian, hasil di dua sesi latihan menunjukkan bahwa mobil SF-25 sudah kompetitif sejak awal.
Di sisi lain, Verstappen melontarkan kritik pedas terhadap kondisi aspal Sirkuit Austin. Juara dunia bertahan itu menyebut gundukan-gundukan di beberapa tikungan sudah tidak bisa ditoleransi. "Ini sudah di luar kendali," ujarnya seperti dikutip Motorsport.com. Menurut Verstappen, gundukan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pembalap.
Kritik Verstappen bukan kali pertama sirkuit di Austin mendapat sorotan. Dalam beberapa musim terakhir, beberapa pembalap mengeluhkan permukaan trek yang tidak rata, terutama di tikungan 2, 9, dan 19. FIA sebagai regulator sebenarnya telah melakukan perbaikan, tetapi tampaknya belum sepenuhnya menghilangkan masalah.
Menanggapi hal itu, pihak penyelenggara GP Amerika belum memberikan komentar resmi. Namun, insiden serupa pada tahun lalu sempat memicu diskusi antara pembalap dan FIA mengenai standar keselamatan sirkuit. Jika gundukan tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin para pembalap akan mengajukan protes resmi sebelum sesi kualifikasi.
"Ini sudah di luar kendali. Kami butuh solusi, bukan sekadar perbaikan sementara," tegas Verstappen.
Sementara itu, sesi latihan bebas juga diwarnai kejutan dari tim-tim papan tengah. Oliver Bearman, pembalap pengganti Ferrari yang tampil impresif, berhasil menempati posisi sepuluh besar. Performa Bearman semakin memanaskan spekulasi tentang masa depannya di kursi balap Ferrari musim depan, bersaing dengan Rafael Camara.
Di kubu Mercedes, Lewis Hamilton memberikan dukungan kepada rekan setimnya, Kimi Antonelli, yang disebutnya layak menjadi juara dunia. "Dia punya bakat luar biasa dan mentalitas juara," kata Hamilton. Pernyataan ini menambah warna persaingan juara yang musim ini didominasi oleh Verstappen dan Leclerc.
Dengan hasil latihan bebas yang ketat, GP Amerika diprediksi akan menjadi pertarungan sengit antara Ferrari dan Red Bull. Leclerc memiliki modal kepercayaan diri setelah menyapu bersih dua sesi, tetapi Verstappen dikenal kuat dalam kondisi balapan. Sirkuit Austin yang memiliki karakter cepat dan teknis akan menguji konsistensi kedua tim.
Pertanyaan besarnya: akankah Leclerc mampu mempertahankan momentum di kualifikasi dan balapan, atau Verstappen yang justru memanfaatkan kritiknya untuk menekan FIA agar memperbaiki sirkuit demi keuntungannya? Jawabannya akan terungkap dalam sesi kualifikasi Sabtu nanti.



