Nico Paz Bersinar, Chelsea Siapkan Rp1,5 Triliun untuk Gelandang Como
Baca dalam 60 detik
- Chelsea mengintensifkan pemantauan terhadap Nico Paz setelah gelandang 22 tahun itu mencetak dua gol dan satu assist saat Como menghancurkan Manchester United 4-1.
- Como mematok harga minimal 100 juta euro (sekitar Rp1,5 triliun) untuk Paz, sementara Real Madrid masih memegang klausul pembelian kembali senilai 80 juta euro.
- Penampilan gemilang Paz memunculkan perbandingan dengan Lionel Messi, tetapi Chelsea harus menimbang apakah nilainya sepadan dengan biaya transfer yang membengkak.

Nico Paz kembali menjadi sorotan setelah penampilan impresifnya membawa Como menghancurkan Manchester United 4-1 di Liga Champions. Gelandang serang asal Argentina itu tidak hanya mencetak dua gol, tetapi juga menyumbang satu assist untuk Anastasios Douvikas. Aksi tersebut langsung memicu spekulasi transfer, dengan Chelsea dikabarkan semakin serius memantau perkembangan pemain berusia 22 tahun tersebut.
Menurut laporan Sport Witness, Chelsea telah mengirim pemandu bakat untuk menyaksikan langsung aksi Paz dalam pertandingan Como melawan Fiorentina dan Feyenoord. Ketertarikan The Blues bukan tanpa alasan. Paz menjadi motor serangan Como di bawah asuhan Cesc Fabregas, menunjukkan kemampuan dribel, penetrasi, dan penyelesaian akhir yang matang. Konsistensinya sepanjang musim membuat sejumlah klub besar Eropa mulai mengantre.
Namun, mahar transfer yang tinggi menjadi batu sandungan. Como disebut tidak akan melepas Paz dengan harga di bawah 100 juta euro, kecuali kepada Real Madrid yang memiliki klausul khusus. Los Blancos sendiri mempertahankan opsi pembelian kembali setelah Como mempermanenkan status sang pemain. Situasi ini menciptakan dilema bagi Chelsea: apakah kemampuan Paz sepadan dengan investasi besar tersebut, mengingat ia baru satu musim mencuri perhatian di Serie A.
"Penampilan Paz melawan Manchester United adalah aksi luar biasa," tulis The Guardian, sementara Corriere della Sera menyebutnya sebagai kandidat penerus Lionel Messi di Timnas Argentina.
Perbandingan dengan Messi memang lebih merujuk pada potensi ketimbang pencapaian. Paz masih memiliki jalan panjang untuk menyamai level sang legenda. Meski demikian, fleksibilitas dan visi bermainnya mengingatkan pada gaya Messi di usia muda. Chelsea, yang tengah membangun skuad muda, melihat Paz sebagai investasi jangka panjang. Tottenham Hotspur sebelumnya juga tertarik, tetapi mundur karena harga yang terlalu tinggi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga transfer ini menjadi cermin bagaimana klub-klub Eropa semakin agresif mengincar talenta muda dari liga non-top. Serie A kini kembali menjadi ladang buruan setelah lama didominasi Premier League dan La Liga. Kebangkitan Como sebagai tim promosi yang berani bersaing di bursa transfer juga menunjukkan bahwa klub kecil bisa menantang raksasa jika memiliki proyek jelas dan pelatih visioner seperti Fabregas.
Ke depan, keputusan Chelsea akan sangat bergantung pada performa Paz hingga akhir musim. Jika ia terus konsisten di Liga Champions dan Serie A, harga 100 juta euro mungkin dianggap wajar. Sebaliknya, jika Real Madrid memutuskan mengaktifkan klausul, Chelsea harus mencari alternatif lain. Pertanyaannya, akankah The Blues berani menebus mahal untuk pemain yang belum terbukti di level tertinggi, atau justru membiarkan Los Blancos mendapatkan kembali permata yang pernah mereka lepas?



