Badenoch Tantang Polisi Bertindak Tegas, Serang Pemerintah Buruh soal Dukungan
Baca dalam 60 detik
- Kemi Badenoch menuntut aparat dan warga dilindungi saat menindak kejahatan, menyebut hukuman bagi yang membela diri sebagai sinyal salah.
- Ia menuding Partai Buruh mengabaikan konferensi kepolisian dua tahun berturut-turut, sementara Downing Street membantah dan menegaskan investasi terus berjalan.
- Pernyataan ini memanaskan debat hukum dan ketertiban jelang pemilu, dengan sorotan pada kasus Chris Kaba dan nasib 13.000 rekrutan polisi baru.

Ketua Partai Konservatif Kemi Badenoch menyerukan perlindungan lebih besar bagi polisi dan masyarakat yang berani mencegah tindak pidana, dalam pidato di konferensi Federasi Kepolisian Inggris. Ia menilai hukuman terhadap mereka yang “melakukan hal benar” telah menciptakan rasa takut bertindak, dan menegaskan dirinya tidak akan ragu membela aparat.
Dalam pidato yang disampaikan di hadapan delegasi, Badenoch mengkritik kecenderungan menghukum veteran, personel kepolisian, hingga warga biasa yang berupaya menolong. “Sudah menjadi naluri untuk tidak ikut campur karena takut akibatnya,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia berbeda dan akan berdiri di belakang polisi. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Partai Konservatif ingin memposisikan diri sebagai pembela hukum dan ketertiban menjelang kontestasi politik berikutnya.
Badenoch juga menyoroti sejumlah kasus yang menurutnya menunjukkan aparat tidak mendapat dukungan memadai. Ia menyebut nama petugas Matthew Blades dan Tom Clough yang tewas dalam kecelakaan di jalan A66 Cleveland, serta PC Andrew Harper yang gugur saat menyelidiki pencurian sepeda quad. Selain itu, ia menyinggung kasus penembakan Chris Kaba oleh Sersan Matthew Blake pada 2022, di mana Blake sempat diadili atas tuduhan pembunuhan namun dibebaskan. Menurut Badenoch, proses hukum tersebut membuat tugas petugas menjadi lebih berat karena minimnya pembelaan.
Serangan terhadap pemerintah Labour menjadi bagian tak terpisahkan dari pidatonya. Ia menyayangkan absennya menteri kepolisian maupun Menteri Dalam Negeri dalam konferensi tersebut selama dua tahun berturut-turut. “Anda adalah penegak hukum, yang memastikan konsekuensi bagi perilaku buruk. Karena itu, jika ingin memulihkan ketertiban, kita harus mendukung polisi,” tegasnya. Kritik ini menyoroti perbedaan prioritas antara oposisi dan pemerintah dalam isu keamanan.
Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara wakil resmi Perdana Menteri menolak klaim bahwa pemerintah tidak mendukung polisi. Ia menegaskan bahwa kepolisian memiliki dukungan penuh dan tengah menikmati investasi yang berkelanjutan. Pemerintah juga disebut akan membawa reformasi berdasarkan laporan Bernard Hogan Howe dalam waktu dekat. Namun, saat dikonfirmasi mengenai kehadiran menteri dan target rekrutmen 13.000 personel, Kementerian Dalam Negeri belum memberikan komentar.
“Terlalu sering kita gagal menghargai pengorbanan dan pengabdian. Apakah itu mengadili veteran melalui pengadilan, memburu petugas yang mencoba melakukan hal benar, atau bahkan warga biasa yang menolong malah mendapat masalah.” — Kemi Badenoch
Pernyataan Badenoch mencerminkan pergeseran narasi dalam politik Inggris yang semakin menekankan pentingnya penegakan hukum tanpa ragu. Isu ini berpotensi menjadi medan pertarungan elektoral, terutama di tengah kekhawatiran publik terhadap keamanan lingkungan. Bagi Indonesia, dinamika ini menjadi cermin bagaimana dukungan politik terhadap aparat kepolisian selalu berada di antara tuntutan profesionalisme dan kebutuhan akan rasa aman masyarakat. Kebijakan yang menyeimbangkan perlindungan hukum bagi petugas dan akuntabilitas publik akan menentukan kepercayaan warga.
Ke depan, fokus akan tertuju pada apakah pemerintah Labour mampu membuktikan komitmennya melalui kehadiran menteri di forum kepolisian dan merealisasikan janji rekrutmen. Sementara itu, Partai Konservatif di bawah Badenoch tampaknya akan terus mengangkat isu ini sebagai pembeda politik. Publik akan menilai apakah retorika “mendukung polisi” berbuah kebijakan konkret atau sekadar instrumen kampanye.



