Menteri Energi Inggris Berpotensi Tolak Ladang Minyak Rosebank, Iklim vs Ekonomi
Baca dalam 60 detik
- Miatta Fahnbulleh dikabarkan condong menolak persetujuan Rosebank, ladang minyak terbesar di Laut Utara, meski baru saja menyetujui Jackdaw.
- Penolakan ini akan menjadi pukulan bagi industri energi dan kemenangan bagi aktivis iklim, tetapi keputusan akhir masih bisa diubah oleh Andy Burnham.
- Keputusan final diharapkan sebelum akhir tahun, dengan tekanan politik dari Partai Buruh dan Partai Hijau yang semakin memanas.

Menteri Energi Inggris, Miatta Fahnbulleh, dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menolak persetujuan pengembangan ladang minyak Rosebank—proyek raksasa di Laut Utara yang selama ini menjadi ujian bagi komitmen iklim pemerintah Buruh. Menurut sumber yang dikutip The Guardian, sikap ini muncul hanya berselang sehari setelah Fahnbulleh menyetujui ladang gas Jackdaw yang lebih kecil, sebuah langkah yang dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan antara transisi energi dan ketahanan pasokan domestik.
Rosebank, yang diklaim sebagai salah satu ladang minyak terbesar yang belum dikembangkan di perairan Inggris, diperkirakan akan menghasilkan emisi karbon sekitar tujuh kali lipat dibanding Jackdaw. Bagi para pendukung iklim, penolakan terhadap Rosebank akan menjadi sinyal kuat bahwa London serius menepati target net zero. Namun bagi industri energi, keputusan itu berpotensi memicu kekhawatiran atas hilangnya lapangan kerja dan investasi di kawasan timur laut Skotlandia, yang selama ini bergantung pada sektor minyak dan gas.
Fahnbulleh sendiri memberikan petunjuk arah kebijakannya. Ia menegaskan bahwa alasan di balik persetujuan Jackdaw tidak berlaku untuk Rosebank. "Yang satu adalah ladang gas untuk pasar domestik, sedangkan yang lain adalah ladang minyak yang sebagian besar untuk ekspor," ujarnya, seperti dikutip The Guardian. Ia menambahkan bahwa setiap aplikasi harus dinilai secara kasus per kasus dan keputusannya harus konsisten dengan kewajiban iklim serta anggaran karbon Inggris.
Meski demikian, keputusan akhir tidak sepenuhnya berada di tangan Fahnbulleh. Andy Burnham, yang disebut memiliki pengaruh besar dalam kabinet, dapat mengambil alih dan mempertimbangkan masukan dari kanselir John Healey. Healey sebelumnya menyatakan harapan agar pendapatan minyak dan gas turut menyumbang dana kekayaan energi baru—sebuah indikasi bahwa ia masih mengandalkan penerimaan dari sektor fosil. Konflik internal ini membuat arah kebijakan energi Inggris semakin tidak pasti, terutama menjelang batas waktu keputusan yang diperkirakan sebelum akhir tahun.
Tekanan politik pun meningkat. Sejumlah anggota parlemen dari Partai Buruh mengancam akan melakukan perlawanan jika Rosebank disetujui, bahkan beberapa di antaranya membahas cara memaksa voting di parlemen sebagai bentuk protes. Mereka menilai persetujuan Rosebank akan merusak kredibilitas pemerintah dalam isu iklim, terutama di daerah pemilihan yang menghadapi tantangan dari Partai Hijau. Seorang anggota parlemen Buruh yang dekat dengan Fahnbulleh mengatakan bahwa menteri energi itu sadar kredibilitasnya "dipertaruhkan" dan sedang berusaha menunjukkan sikap pragmatis dengan menyetujui Jackdaw namun menolak Rosebank.
"Menyetujui proyek sebesar Rosebank, di atas keputusan hari ini untuk menyetujui Jackdaw, tidak dapat dibenarkan," kata Afzal Khan, anggota parlemen Buruh dan ketua kelompok parlemen lintas partai untuk perubahan iklim.
Sementara itu, Partai Hijau semakin vokal. Anggota parlemen Carla Denyer menegaskan bahwa partainya akan menjadikan isu Jackdaw dan Rosebank sebagai senjata kampanye di puluhan daerah pemilihan. Ia menyerukan agar anggota parlemen Buruh berani melawan Burnham dan kebijakan yang disebutnya sebagai "kekerasan iklim". Ancaman ini memperlihatkan bahwa isu energi fosil tidak lagi sekadar perdebatan kebijakan, tetapi telah menjadi medan pertempuran elektoral yang panas.
Di sisi lain, Fahnbulleh berjanji bahwa pendapatan dari Laut Utara akan dialokasikan untuk proyek energi hijau melalui dana kekayaan energi. Ia menyebut dana tersebut akan mendapat suntikan £2 miliar dalam anggaran mendatang, yang akan digunakan untuk energi terbarukan, nuklir, dan skema energi bersih lainnya. Namun, ia belum dapat merinci sumber pajak yang akan dialirkan ke dana tersebut, dan menyerahkan detailnya kepada kanselir dalam pengumuman anggaran.
Keputusan atas Rosebank akan menjadi ujian pertama bagi konsistensi kebijakan iklim pemerintah Buruh di tengah tekanan ekonomi dan politik. Jika Fahnbulleh berhasil mempertahankan sikapnya, Inggris mungkin akan mengirim sinyal bahwa transisi energi tidak bisa ditawar. Namun jika Burnham dan Healey menang, masa depan ladang minyak itu akan menjadi preseden bahwa pertimbangan ekonomi jangka pendek masih mendominasi. Publik Inggris, dan dunia, menantikan apakah komitmen net zero akan bertahan atau justru goyah di tengah badai kepentingan.



