Formula E Gen4 Menggoda Verstappen: Mampukah Juara Dunia F1 Itu Tergoda?
Baca dalam 60 detik
- CEO Formula E Jeff Dodds mengaku belum membahas secara langsung dengan Max Verstappen, tetapi sangat berharap juara dunia F1 empat kali itu mau menjajal mobil Gen4.
- Mobil Gen4 memiliki tenaga 450 kW dan mode serang hingga 600 kW, menjadi mobil balap listrik paling bertenaga yang pernah ada.
- Verstappen disebut memiliki ketertarikan pada balap di luar F1, dan Formula E akan menggelar balapan di Belanda pada 2027, membuka peluang kolaborasi.

Max Verstappen, juara dunia Formula 1 empat kali, kembali menjadi incaran Formula E. CEO Formula E Jeff Dodds menyatakan keinginannya melihat pembalap asal Belanda itu mengemudikan mobil Gen4, kendaraan listrik paling bertenaga yang pernah dipakai dalam kejuaraan tersebut. Meski belum ada pembicaraan resmi, Dodds menilai masukan Verstappen akan sangat berharga.
Berbeda dari pendekatan biasa yang mengandalkan popularitas semata, Dodds menekankan pentingnya umpan balik teknis. โSaya belum berbicara lebih jauh dengannya tentang mobil ini. Saya tahu dia sangat fokus dan senang melihatnya memperpanjang kontrak dengan Red Bull. Kami mengenal tim itu dengan baik dan mereka melakukan pekerjaan hebat. Namun saya tetap ingin melihat Max di mobil ini, karena saya sangat menghargai wawasannya. Saya ingin dia mengemudikan mobil ini dan memberikan masukan nyata tentang apa yang dia pikirkan,โ ujar Dodds kepada RacingNews365.
Mobil Gen4 sendiri telah menarik perhatian banyak pembalap. Dengan penggerak semua roda permanen, tenaga balap 450 kW, dan hingga 600 kW dalam Attack Mode, Gen4 menjadi lompatan besar dalam teknologi balap listrik. Juara bertahan Formula E, Lando Norris, terlihat mengamati mobil ini pada Monaco E-Prix. Carlos Sainz dan Nico Hulkenberg juga tidak melewatkan kesempatan melihat lebih dekat.
Dodds juga menyoroti aktivitas Verstappen di luar F1. โSaya lupa namanya, Verstappen Racing, tetapi investasinya bukan hanya pada balapan F1. Dia juga membangun akademi dan sangat fokus pada kegiatan sim-to-track. Saya pikir ada peluang untuk melakukan hal-hal yang cukup menarik dengannya,โ tambahnya. Verstappen memang dikenal memiliki ketertarikan pada berbagai disiplin motorsport, terbukti dari keterlibatannya dalam balap GT baru-baru ini.
Pada 2027, Formula E akan untuk pertama kalinya menggelar balapan di Belanda, tanah kelahiran Verstappen, dengan dua seri di Zandvoort pada Juni. Dodds tidak banyak berkomentar apakah Verstappen akan terlibat, tetapi ia yakin mobil Gen4 akan menarik banyak pembalap baru. โKami akan kebanjiran pembalap potensial,โ ujarnya.
Bagi penggemar di Indonesia, dinamika ini menunjukkan bagaimana ajang balap listrik terus berupaya meningkatkan profil dan kredibilitas teknisnya. Kehadiran pembalap sekaliber Verstappen, meski hanya dalam sesi pengujian, dapat menjadi sinyal bahwa Formula E serius mengembangkan teknologi dan tidak sekadar menjadi ajang balap alternatif. Apalagi, Indonesia sendiri tengah mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dan memiliki sirkuit internasional di Mandalika yang bisa menjadi tuan rumah balapan listrik di masa depan.
Verstappen sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai undangan ini. Namun, melihat antusiasmenya terhadap balap di luar F1, bukan tidak mungkin ia akan menerima tawaran untuk mencoba mobil Gen4. Sementara itu, perhatian Verstappen saat ini tertuju pada Grand Prix Amerika Serikat, balapan berikutnya dalam kalender F1. Apakah Formula E akan berhasil membujuknya, ataukah ini hanya menjadi wacana yang memperkaya narasi balap listrik? Waktu yang akan menjawab, tetapi peluang itu semakin terbuka lebar.



