FX Perpanjang American Horror Story ke Musim ke-14, Ryan Murphy Siapkan Versi Internasional
Baca dalam 60 detik
- FX resmi memperbarui American Horror Story untuk musim ke-14, beberapa hari sebelum finale musim ke-13 tayang 29 Oktober.
- Ryan Murphy menegaskan tidak akan mengulang format casting besar-besaran seperti di musim 13, tetapi tetap membuka peluang kembalinya karakter lama.
- Murphy tengah menulis konsep versi internasional dari serial antologi horor tersebut, menandakan ambisi ekspansi global waralaba.

Kabar gembira bagi penggemar setia American Horror Story: FX telah memastikan serial antologi horor ciptaan Ryan Murphy dan Brad Falchuk itu akan berlanjut ke musim ke-14. Keputusan ini diumumkan hanya beberapa hari sebelum finale musim ke-13, yang dijadwalkan tayang pada 29 Oktober, menandakan kepercayaan jaringan terhadap daya tahan waralaba yang telah berusia 15 tahun.
Sejak debutnya pada 2011 lewat Murder House, AHS konsisten menghadirkan cerita berdiri sendiri setiap musim dengan tema dan latar berbeda. Musim-musim seperti Asylum, Coven, Freak Show, hingga NYC dan Delicate telah membangun basis penggemar loyal. Perpanjangan ini menjadi sinyal bahwa FX masih melihat potensi komersial dan kreatif dari format antologi yang telah menjadi ciri khas Murphy.
Musim ke-13 sendiri menghadirkan pendekatan berbeda dengan menghadirkan kembali sejumlah bintang lama seperti Sarah Paulson, Evan Peters, dan Jessica Lange dalam beberapa peran sekaligus. Namun, Ryan Murphy menegaskan bahwa ia tidak berencana mengulangi strategi casting semacam itu di masa depan. Berbicara kepada The Hollywood Reporter di acara premiere musim 13, ia menyatakan dengan tegas bahwa eksperimen tersebut tidak akan terulang.
"Tidak akan pernah! Tidak, tidak. Saya rasa itu tidak akan terjadi lagi. Saya tidak ingin melakukannya lagi," ujar Murphy, seraya menambahkan bahwa ia tetap ingin bekerja sama dengan para aktor tersebut dan menghadirkan kembali beberapa karakter, namun tidak dalam skala sebesar musim ini.
Meski demikian, Murphy menegaskan komitmennya untuk terus memproduksi American Horror Story tanpa batas waktu. Ia bahkan telah mulai menulis musim berikutnya dan memiliki visi baru: membawa serial ini ke panggung internasional. "Saya sangat menyukai prosesnya. Saya benar-benar ingin acara ini mendunia. Saya tertarik pada: seperti apa versi internasional dari Horror Story? Itu yang sedang saya tulis sekarang, mungkin, tapi saya belum tahuโsaya hanya suka berekspansi," ungkapnya.
Selain AHS, Murphy juga mengembangkan American Horror Stories selama tiga musim (2021โ2024) dengan format antologi per episode. Ia pun terlibat dalam sejumlah proyek lain seperti Monster, 9-1-1, 9-1-1: Nashville, All's Fair, The Beauty, dan thriller remaja The Shards. Kesibukan ini menunjukkan bahwa Murphy tetap menjadi salah satu kreator paling produktif di industri televisi Amerika.
Bagi penonton Indonesia, perpanjangan AHS dan rencana versi internasional membuka peluang cerita yang lebih beragam, termasuk kemungkinan latar atau mitos horor dari berbagai belahan dunia. Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai distribusi di Indonesia, serial ini biasanya tersedia melalui platform streaming global beberapa saat setelah tayang di AS. Penggemar tanah air berharap ekspansi internasional tidak menghilangkan ciri khas AHS yang gelap dan penuh kejutan.
Dengan musim ke-14 yang sudah dikonfirmasi dan gagasan internasional yang sedang dijajaki, masa depan American Horror Story tampak masih panjang. Pertanyaannya, akankah Murphy benar-benar mewujudkan versi internasional, dan jika iya, negara mana yang akan menjadi latar pertama? Publik menantikan gebrakan berikutnya dari kreator yang dikenal berani mendobrak pakem tersebut.



