MU Dihajar Como 1-4, Rekor Buruk Baru Tercipta di Eropa
Baca dalam 60 detik
- Manchester United menelan kekalahan telak 1-4 dari Como di Liga Champions, memperpanjang tren negatif di kompetisi Eropa.
- Dua gol cepat yang bersarang ke gawang MU dalam dua laga beruntun menciptakan rekor buruk: kebobolan dalam dua menit pertama di dua pertandingan Eropa secara berturut-turut.
- Kekalahan ini menambah tekanan pada pelatih dan skuad MU menjelang laga berat melawan Bournemouth dan Chelsea.

Manchester United menorehkan catatan kelam dalam sejarah kompetisi Eropa setelah dibantai Como 1-4 pada laga League Phase Liga Champions di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Rabu malam. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Setan Merah yang baru saja takluk 0-2 dari Atletico Madrid, dan menempatkan mereka dalam posisi sulit di klasemen sementara.
Laga berlangsung di bawah guyuran hujan deras, namun kondisi lapangan tidak menghalangi tuan rumah untuk tampil agresif. MU sebenarnya memiliki peluang emas lebih dulu melalui Diogo Dalot, tetapi kegagalan memanfaatkannya berbuah petaka. Como langsung membalas melalui tembakan melengkung Nico Paz ke sudut atas gawang, hanya berselang beberapa detik setelah peluang tersebut.
Gol cepat itu menjadi pukulan psikologis bagi MU, mengingat situasi serupa terjadi saat melawan Atletico Madrid pekan sebelumnya. Pablo Barrios mencetak gol pada menit pertama dalam laga di Wanda Metropolitano, yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk tuan rumah. Dua gol dalam dua menit pertama di dua pertandingan Eropa berturut-turut menempatkan MU sebagai tim pertama dalam sejarah yang mengalami hal tersebut.
Performa MU pada babak pertama mendapat sorotan tajam dari mantan pemain Chelsea, Joe Cole, yang menjadi pundit TNT Sports. Menurut Cole, MU beruntung hanya tertinggal satu gol saat turun minum karena Como tampil lebih terorganisasi, agresif, dan memiliki kualitas permainan yang jauh lebih baik. Ia bahkan menilai tim tuan rumah seolah belum mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
"Como tampil lebih baik dalam segala aspek. MU beruntung hanya tertinggal satu gol di babak pertama," ujar Joe Cole.
Glenn Hoddle juga memberikan pujian kepada Nico Paz atas gol pembuka yang ia cetak. Mantan pelatih timnas Inggris itu menyoroti kemampuan kaki kiri Paz dan menilai bek tengah MU seharusnya memberikan penjagaan lebih ketat. Menurut Hoddle, Paz memiliki terlalu banyak waktu dan ruang untuk menguasai bola, mengarahkan tubuh ke gawang, lalu melepaskan tembakan melengkung ke sudut atas.
Selepas jeda, Como semakin menjauh. Anastasios Douvikas mencetak gol kedua tidak lama setelah babak kedua dimulai, disusul gol kedua Paz dan gol keempat melalui Jacobo Ramon. MU hanya mampu membalas melalui Joshua Zirkzee pada penghujung laga, namun gol hiburan itu tidak mengubah hasil akhir maupun meredakan kekhawatiran atas penampilan tim.
Kekalahan ini menambah tekanan pada pelatih dan skuad MU yang tengah mencari konsistensi. Jadwal berat menanti: menjamu Bournemouth di Premier League pada Minggu, bertandang ke Stamford Bridge menghadapi Chelsea, lalu kembali berlaga di Liga Champions melawan AS Roma. Dengan performa yang terus menurun, pertanyaan besar muncul: apakah MU mampu bangkit sebelum krisis semakin dalam?



