Satu Ton Ketamine Digagalkan di Belawan, Kapal MT Global 168 Diamankan
Baca dalam 60 detik
- Operasi bersama Bareskrim, BNN, Bea Cukai, dan Polair menggagalkan penyelundupan satu ton ketamine di perairan Belawan, Sumatera Utara.
- Kapal MT Global 168 telah ditarik dan dikawal ke Pelabuhan Belawan, namun kronologi dan tersangka belum diungkap.
- Kapolri dijadwalkan merilis kasus ini pada Jumat (23/10), menjadi ujian transparansi penindakan narkotika lintas lembaga.

Tim gabungan yang terdiri dari Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, Polair Baharkam Polri, dan Puspom TNI berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ketamine seberat satu ton di perairan Belawan, Sumatera Utara. Operasi ini menjadi salah satu penindakan terbesar terhadap peredaran ketamine di kawasan maritim barat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Kristian Parluhutan Siagian, membenarkan pengungkapan tersebut. Menurutnya, barang haram itu diangkut menggunakan Kapal MT Global 168. "Benar, satu ton ketamine. Ini operasi bersama Bareskrim, BNN, Bea Cukai, Polair Baharkam, dan Puspom TNI," ujar Kristian melalui pesan singkat, Rabu (21/10).
Hingga saat ini, kapal beserta barang bukti telah ditarik dan dikawal oleh kapal Polair serta Bea Cukai, lalu bersandar dengan aman di Pelabuhan Belawan. Namun, Kristian belum memerinci kronologi pencegatan maupun jumlah orang yang ditangkap. Ia menyebut pengungkapan kasus akan disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto pada Jumat (23/10).
Ketamine merupakan obat anestesi yang kerap disalahgunakan sebagai narkotika psikotropika. Dalam beberapa tahun terakhir, peredarannya meningkat di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Nilai jual satu ton ketamine di pasar gelap diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, menjadikannya komoditas yang sangat menggiurkan bagi sindikat lintas negara.
Perairan Belawan selama ini dikenal sebagai salah satu jalur rawan penyelundupan karena berdekatan dengan Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Pengawasan di kawasan ini melibatkan berbagai instansi, namun luasnya wilayah dan kompleksitas lalu lintas kapal membuat celah penyelundupan masih terbuka.
Pengamat keamanan maritim menilai operasi bersama ini menunjukkan sinergi antarlembaga yang semakin solid. Namun, ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan penggagalan harus diikuti dengan penuntasan kasus hingga ke jaringan internasional. "Jika hanya menangkap kapal dan barang bukti tanpa mengungkap aktor intelektual di baliknya, penyelundupan serupa akan terus berulang," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai asal dan tujuan kapal, serta status hukum awak kapal. Kepolisian berjanji akan mengungkap semua fakta pada konferensi pers hari Jumat. Publik menantikan transparansi mengingat besarnya nilai barang bukti dan melibatkan banyak institusi.
Keberhasilan ini juga menjadi ujian bagi komitmen pemerintah dalam memberantas narkotika, terutama menjelang akhir tahun yang biasanya diwarnai peningkatan peredaran gelap. Apakah pengungkapan kasus ini akan mengarah pada penangkapan jaringan besar, atau hanya berhenti di level kurir dan kapal? Jawabannya akan terlihat dalam rilis Kapolri nanti.



