152 Pendaki Gunung Sumbing Dievakuasi saat Karhutla, Jalur Ditutup Total
Baca dalam 60 detik
- Polres Wonosobo memastikan 152 pendaki Gunung Sumbing telah dievakuasi dengan selamat setelah kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan tersebut.
- Evakuasi melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD, Puskesmas Kalikajar, pengelola basecamp, dan PMI, dengan prioritas keselamatan pendaki.
- Jalur pendakian ditutup di seluruh basecamp, sementara kebakaran belum padam dan penanganan terus dikoordinasikan dengan Polda dan instansi terkait.

Sebanyak 152 pendaki Gunung Sumbing berhasil dievakuasi dengan selamat setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan tersebut. Kepastian ini disampaikan Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja pada Selasa (20/10), setelah tim gabungan menerima laporan dari Basecamp Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, pada Senin malam pukul 23.30 WIB.
Menurut Ricky, seluruh pendaki yang turun telah dicocokkan dengan data registrasi. "Dari total 152 pendaki, semuanya sudah turun. Setelah kami cocokkan dengan data registrasi, tidak ada yang terlewat. Seluruh pendaki dalam keadaan sehat dan tidak ada yang mengalami kecelakaan maupun luka-luka," ujarnya.
Evakuasi melibatkan koordinasi lintas instansi yang meliputi Basarnas, BPBD, Puskesmas Kalikajar, pengelola basecamp, PMI, serta unsur terkait lainnya. Tim gabungan juga mendirikan posko pusat kendali di Basecamp Gajah Mungkur untuk memantau situasi dan menerima pengaduan dari keluarga pendaki.
Sebagai langkah mitigasi, jalur pendakian Gunung Sumbing ditutup melalui sejumlah basecamp. Penutupan ini dikoordinasikan dengan Polres Temanggung dan Polresta Magelang karena kawasan pendakian berada dalam wilayah hukum yang berbeda. "Keselamatan pendaki menjadi prioritas utama. Kami telah melakukan berbagai langkah mitigasi dan koordinasi lintas wilayah untuk mencegah risiko yang lebih besar," tegas Ricky.
Hingga saat ini, kebakaran hutan dan lahan di Gunung Sumbing belum berhasil dipadamkan. Ricky menyatakan bahwa penanganan kebakaran akan terus dikoordinasikan dengan instansi terkait, termasuk Polda, untuk memperoleh dukungan lebih lanjut. Ia juga menekankan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan para pendaki yang telah dievakuasi.
Insiden ini menyoroti tantangan penanganan karhutla di kawasan pegunungan yang memiliki akses terbatas. Medan yang licin dan jarak tempuh yang panjang menjadi kendala utama dalam proses evakuasi. Ke depan, koordinasi antarwilayah dan kesiapsiagaan tim gabungan akan menjadi kunci untuk mengurangi risiko serupa, terutama di musim kemarau yang meningkatkan potensi kebakaran hutan.



