Britain's Got Talent Rayakan 20 Tahun, Piers Morgan Diincar Kembali ke Kursi Juri
Baca dalam 60 detik
- Produser Britain's Got Talent berencana menghadirkan Piers Morgan sebagai juri tamu di audisi Januari mendatang untuk merayakan dua dekade acara tersebut.
- Mantan kontestan ikonik seperti Susan Boyle dan Paul Potts juga dijadwalkan tampil di babak live show, mengulang momen yang mengubah hidup mereka.
- Langkah ini menegaskan strategi nostalgia industri televisi dalam mempertahankan loyalitas penonton di tengah persaingan platform digital.

ITV dikabarkan tengah menyiapkan perayaan dua dekade Britain's Got Talent dengan mendekati Piers Morgan, juri kontroversial yang meninggalkan acara pada 2010, untuk kembali ke panel audisi. Menurut sumber yang dikutip The Sun on Sunday, produser ingin menghadirkan Morgan sebagai juri tamu pada audisi Januari, sementara mantan kontestan legendaris seperti Susan Boyle dan Paul Potts dijadwalkan mengisi panggung live show.
Langkah ini bukan sekadar reuni. Bagi ITV, menghidupkan kembali chemistry antara Morgan, Simon Cowell, dan Amanda Holden—trio yang menjadi wajah awal BGT—adalah upaya memikat kembali penonton setia yang merindukan era keemasan ajang pencarian bakat tersebut. Morgan sendiri dikenal sebagai sosok yang vokal dan kerap memicu perdebatan, karakter yang diyakini dapat mendongkrak rating di tengah fragmentasi audiens televisi.
Amanda Holden, satu-satunya juri yang bertahan sejak awal, mengaku bangga bisa melewati perjalanan panjang ini. Dalam wawancara dengan Digital Spy, ia menyebut perubahan besar dalam industri hiburan, terutama pergeseran dari audisi konvensional ke pencarian bakat melalui media sosial. "Kami telah mengubah hidup banyak orang. Anda tidak harus menang untuk mengubah hidup Anda," ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia tetap berkomunikasi dengan banyak kontestan yang tidak juara namun kini sukses di bidang masing-masing.
"Simon Cowell sangat luar biasa karena telah mempertahankan saya. Saya juga harus terus menjaga relevansi diri. Saya telah mencoba teater, film, TV, radio. Hanya film Bollywood yang belum saya sentuh."
— Amanda Holden, juri Britain's Got Talent
Bagi pasar Indonesia, manuver nostalgia semacam ini bukan hal asing. Ajang pencarian bakat lokal seperti Indonesian Idol dan The Voice Indonesia juga kerap menghadirkan kembali juri atau kontestan legendaris untuk merayakan musim tertentu. Pola ini terbukti efektif menaikkan keterlibatan penonton, terutama di platform digital, karena memicu percakapan lintas generasi. Namun, tantangannya tetap sama: apakah nostalgia cukup untuk menahan laju audiens yang beralih ke konten pendek di TikTok dan YouTube?
Jika Morgan benar-benar kembali, momen tersebut berpotensi menjadi magnet iklan bagi ITV. Namun, sejumlah pengamat industri mengingatkan bahwa kehadiran figur polarizing seperti Morgan bisa memecah penonton, terutama di era sensitivitas sosial yang meningkat. Keputusan final masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak produksi, tetapi persiapan perayaan sudah berjalan.
Yang jelas, Britain's Got Talent sedang bertaruh pada memori kolektif. Apakah formula reuni ini akan mengulang kesuksesan sepuluh tahun lalu, atau justru menandakan bahwa acara ini kehabisan cara baru untuk menarik perhatian? Waktu audisi Januari akan menjadi ujian pertama.



