Bayern Gagal Menang, Arsenal Paksa Imbang 2-2 di Allianz Arena
Baca dalam 60 detik
- Bayern Munich dan Arsenal berbagi angka dalam laga matchday ketiga Liga Champions dengan skor 2-2.
- Harry Kane mencetak gol penalti, tetapi Declan Rice menyamakan kedudukan di menit ke-82.
- Hasil ini membuat Bayern mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan, sementara Arsenal tetap menjaga asa lolos ke babak berikutnya.

Bayern Munich harus puas berbagi satu poin dengan Arsenal setelah bermain imbang 2-2 di Allianz Arena pada matchday ketiga Liga Champions. Hasil ini membuat Die Roten tetap tak terkalahkan di fase liga, tetapi gagal memaksimalkan status tuan rumah untuk meraih kemenangan penuh.
Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Arsenal sempat unggul lebih dulu melalui gol Eberechi Eze pada menit ke-25 setelah memanfaatkan umpan panjang Martin Ødegaard. Namun, Bayern merespons cepat sepuluh menit kemudian lewat aksi Alphonso Davies yang memanfaatkan terobosan Harry Kane. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Bayern tampil lebih agresif. Mereka akhirnya mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-61 setelah tangan Jurrien Timber menghalangi tembakan Kane. Striker asal Inggris itu sendiri yang mengeksekusi penalti dengan tenang, membawa tuan rumah berbalik unggul 2-1. Namun, Arsenal tidak menyerah. Mikel Arteta memasukkan Viktor Gyökeres dari bangku cadangan, dan sentuhan pemain asal Swedia itu berhasil menyiapkan Declan Rice untuk mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-82.
Kedua pelatih melakukan rotasi. Vincent Kompany membuat lima perubahan dari kemenangan atas RB Leipzig, termasuk menurunkan Manuel Neuer, Josip Stanišić, Tom Bischof, Alphonso Davies, dan Serge Gnabry. Joshua Kimmich absen karena kedukaan keluarga. Sementara Arteta hanya mengganti dua pemain, memasukkan Jurrien Timber dan Noni Madueke.
“Kami kehilangan dua poin di kandang, tetapi Arsenal adalah tim berkualitas. Kami harus bangkit di laga berikutnya,” ujar Kompany dalam konferensi pers usai pertandingan.
Bagi Bayern, hasil ini menjadi peringatan bahwa lini belakang masih rentan ketika menghadapi serangan balik cepat. Meski mendominasi penguasaan bola, mereka beberapa kali kecolongan. Sementara Arsenal menunjukkan mentalitas juara dengan mampu menyamakan kedudukan di menit-menit akhir.
Di sisi lain, hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Bayern di Liga Champions musim ini, tetapi posisi mereka di papan atas klasemen fase liga bisa tergeser jika tim lain meraih kemenangan. Arsenal sendiri tetap menjaga peluang untuk lolos langsung ke babak 16 besar.
Selanjutnya, Bayern akan bertandang ke markas Atlético Madrid pada 3 November. Laga itu akan menjadi ujian berat bagi pasukan Kompany untuk membuktikan konsistensi di kompetisi Eropa. Sementara Arsenal akan menjamu lawan berikutnya dengan target meraih tiga poin penuh.
Pertanyaan besarnya: apakah Bayern mampu bangkit dan mendominasi Liga Champions seperti musim-musim sebelumnya, atau justru Arsenal yang akan mencuri perhatian di fase gugur nanti?



