Everton Incar Dion Beljo: Solusi Lini Depan atau Judi Transfer Januari?
Baca dalam 60 detik
- Everton dikabarkan tengah menyiapkan langkah untuk mendatangkan striker Dinamo Zagreb, Dion Beljo, pada bursa transfer Januari mendatang.
- Beljo, 24 tahun, tampil impresif dengan 15 gol dalam 15 pertandingan musim ini, tetapi kontraknya di Zagreb masih panjang hingga 2030.
- Keputusan mendatangkan Beljo dari liga Kroasia menyimpan risiko adaptasi, sementara Everton sedang membutuhkan tambahan daya gedor untuk mengatasi ketajaman lini depan.

Everton dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk merekrut striker Dinamo Zagreb, Dion Beljo, pada bursa transfer Januari 2026. Langkah ini muncul setelah lini depan The Toffees dinilai belum menemukan performa yang konsisten sejak ditinggal Beto pada hari batas transfer.
Beto memilih bergabung dengan Fiorentina, meninggalkan Thierno Barry sebagai satu-satunya penyerang tengah murni di skuad asuhan David Moyes. Meski Barry sempat mencetak enam gol dalam sembilan pertandingan di berbagai kompetisi, penampilannya belum sepenuhnya meyakinkan. Kekalahan 0-2 dari Chelsea di Hill Dickinson Stadium akhir pekan lalu menjadi sorotan, di mana Everton hanya mencatat expected goals (xG) sebesar 0,43 berbanding 1,47 milik Chelsea. Barry sendiri menyelesaikan pertandingan dengan hanya tiga umpan sukses dan melewatkan satu peluang emas.
Kritik pun datang dari mantan striker Premier League, Troy Deeney, yang meragukan konsistensi Barry. Deeney menilai bahwa seorang penyerang profesional yang masih membutuhkan pelatih mental untuk meningkatkan konsentrasi merupakan tanda adanya masalah mendasar. Ia bahkan memprediksi Barry akan kesulitan mencetak 15 hingga 20 gol per musim dan bisa menjadi beban jangka panjang bagi klub.
Menanggapi situasi tersebut, Moyes dikabarkan ingin mendatangkan penyerang baru pada jendela transfer pertengahan musim. Menurut laporan Football Insider, Everton kini mengarahkan bidikan ke Beljo, penyerang asal Kroasia yang sedang dalam performa terbaiknya. Pemain berusia 24 tahun itu telah mencetak 15 gol dan tujuh assist dalam 15 pertandingan bersama Dinamo Zagreb musim ini, meneruskan catatan gemilangnya musim lalu dengan 38 gol di semua kompetisi.
Beljo sendiri sempat dibandingkan dengan bintang Manchester City, Erling Haaland, oleh pengamat sepak bola Jacek Kulig. Mantan direktur olahraga Rapid Vienna, Markus Katzer, juga memuji kualitas Beljo. Menurutnya, Beljo memiliki kelincahan dan kemampuan teknis di atas rata-rata untuk ukuran penyerang bertubuh besar, serta pandai mempertahankan bola untuk memicu serangan balik. Yang terpenting, kata Katzer, seorang nomor sembilan harus bisa mencetak gol, dan Beljo membuktikannya.
Namun, mendatangkan Beljo bukan tanpa risiko. Ia belum pernah merasakan kerasnya kompetisi di lima liga top Eropa. Meski tampil subur di Liga Kroasia, adaptasi ke Premier League yang lebih fisik dan taktis bisa menjadi tantangan tersendiri. Everton juga harus merogoh kocek dalam karena Beljo masih terikat kontrak hingga 2030, sehingga Dinamo Zagreb berada di posisi yang kuat untuk menolak tawaran rendah.
Bagi Everton, perburuan striker pada Januari menjadi taruhan penting. Klub asal Merseyside itu ingin mengamankan posisi di papan tengah dan menghindari ancaman degradasi. Kegagalan mendatangkan penyerang yang tepat bisa membuat mereka kesulitan bersaing di paruh kedua musim. Sebaliknya, jika Beljo berhasil beradaptasi, ia bisa menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan.
Keputusan akhir ada di tangan Moyes dan manajemen Everton. Apakah mereka berani mengambil risiko mendatangkan bomber dari liga yang tidak terlalu kompetitif, atau memilih opsi yang lebih terbukti di Premier League? Jawabannya akan terlihat saat bursa transfer Januari dibuka.



