MP Buruh Kedua Diskors Terkait Pinjaman Covid, Integritas Partai Dipertaruhkan
Baca dalam 60 detik
- Perran Moon menjadi anggota parlemen Partai Buruh kedua yang diskors akibat dugaan pelanggaran aturan pinjaman Bounce Back Loan senilai £50.000.
- Skema pinjaman pandemi senilai £46 miliar itu menyimpan potensi kerugian publik hingga £2,8 miliar akibat fraud dan kesalahan.
- Investigasi internal Partai Buruh menambah tekanan pada pemerintahan Starmer di tengah upaya memulihkan kepercayaan publik.

Anggota Parlemen Partai Buruh, Perran Moon, resmi diskors setelah secara sukarela meminta penyelidikan internal terkait pinjaman Covid-19 yang diterima perusahaannya. Langkah ini menjadikannya politikus Buruh kedua yang tersandung skema Bounce Back Loan dalam beberapa bulan terakhir, memperbesar sorotan terhadap integritas partai yang sedang berkuasa di Inggris.
Moon, yang mewakili daerah pemilihan Camborne dan Redruth, terdaftar di Companies House sebagai co-director perusahaan pelatihan Autoswot. Perusahaan itu terakhir menyampaikan laporan keuangan pada Juni 2021, tak lama setelah menerima pinjaman maksimal £50.000 dari program yang diluncurkan Mei 2020 tersebut. Skema Bounce Back Loan merupakan yang terbesar di era pandemi dengan total penyaluran mencapai £46 miliar dan jaminan pemerintah 100 persen.
Namun, jaminan penuh itu justru menjadi bumerang. Komisioner penanggulangan fraud Covid kemudian menemukan potensi kerugian negara hingga £2,8 miliar akibat penyalahgunaan dan kesalahan dalam skema tersebut. Temuan ini menjadi dasar bagi serangkaian investigasi terhadap penerima pinjaman, termasuk sejumlah politikus.
Moon membantah segala pelanggaran. Ia menegaskan pengajuan pinjaman dilakukan dengan itikad baik dan informasi yang disampaikan, termasuk proyeksi pendapatan perusahaan, akurat. Menurutnya, dana digunakan untuk membayar gaji staf dan biaya operasional penting selama pandemi, serta sebagian pinjaman telah dicicil sebelum perusahaan tutup pada akhir 2022.
"Saya telah secara sukarela mengajukan diri untuk diperiksa melalui proses investigasi Partai Buruh dan akan bekerja sama sepenuhnya," ujar Moon dalam pernyataannya.
Ia juga mengklaim telah mendapat jaminan tertulis berulang kali dari Companies House bahwa tidak ada kewajiban menyampaikan laporan keuangan setelah perusahaan mengajukan penghapusan. Namun, jaminan itu ternyata tidak akurat. Moon, yang terpilih pada 2024 setelah berkarier di bidang komunikasi dan pemasaran, menyatakan bisnisnya gulung tikar akibat tekanan pasar eksternal yang tak terduga.
Juru bicara Partai Buruh membenarkan adanya permintaan investigasi mandiri dari Moon. "Partai Buruh menuntut standar tertinggi dari perwakilan terpilih kami dan kami memiliki proses yang kuat untuk memastikan standar itu ditegakkan," katanya, seraya menolak berkomentar lebih jauh selama investigasi berjalan.
Kasus ini bukan yang pertama. Agustus lalu, MP Bayo Alaba juga diskors setelah muncul pertanyaan tentang pinjaman Covid untuk perusahaan propertinya, Alaba Properties. Alaba saat itu menyatakan tidak ada upaya menghindari kewajiban finansial dan berkomitmen melunasi utang. Sebelumnya, James McMurdock—yang kini duduk sebagai independen—mundur dari Partai Reformasi pada 2025 setelah pinjaman £70.000 untuk dua perusahaan kebugarannya dipertanyakan.
Bagi Partai Buruh, rentetan skandal ini datang di saat yang kurang menguntungkan. Pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer tengah berupaya membangun kembali kepercayaan publik pasca pandemi, terutama dalam hal transparansi keuangan publik. Skema Bounce Back Loan yang dirancang tergesa-gesa pada 2020 kini menjadi ujian bagi akuntabilitas politik di Inggris.
Publik akan menantikan hasil investigasi internal Partai Buruh terhadap Moon. Jika terbukti melanggar, sanksi berat bisa dijatuhkan, tetapi jika tidak, partai tetap harus menjelaskan mengapa standar pengawasan terhadap anggotanya begitu longgar. Pertanyaannya, mampukah Partai Buruh menutup celah integritas ini sebelum kepercayaan pemilih terkikis lebih dalam?



