KTM Anggap Regulasi MotoGP 2027 sebagai Peluang Bangkit dari Keterpurukan
Baca dalam 60 detik
- KTM menyambut baik regulasi teknis MotoGP 2027 yang memungkinkan pengembangan motor baru dari nol.
- Direktur motorsport Pit Beirer mengakui kelemahan RC16 saat bermanuver dan kurangnya traksi.
- Dengan pembalap baru dan motor baru, KTM berambisi mengejar Ducati dan Aprilia di barisan depan.

KTM akhirnya melihat celah untuk keluar dari bayang-bayang Ducati dan Aprilia. Regulasi teknis MotoGP yang berlaku mulai 2027 memberi pabrikan asal Austria itu kesempatan membangun motor balap dari nol, sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sejak debut pada 2017. Direktur motorsport KTM, Pit Beirer, menyebut momen ini sebagai titik balik yang selama ini ditunggu.
Sejak bergabung dengan kelas premier, KTM telah mengoleksi delapan kemenangan grand prix—lima di antaranya dipersembahkan Miguel Oliveira, dua dari Brad Binder, dan satu dari Pedro Acosta. Meski demikian, konsistensi di barisan terdepan masih sulit diraih. Honda dan Yamaha yang dulu menjadi patokan kini telah tertinggal, sementara KTM justru tertinggal dari dua merek Italia yang mendominasi.
Beirer mengidentifikasi masalah utama RC16: performa saat membalap dan melepas rem. “Para pembalap bilang, motor lain bisa langsung mengarah ke tikungan, sementara kami masih kesulitan sesaat. Di titik itulah kami harus berbenah,” ujarnya. Menurutnya, keterlambatan di entry corner membuat ban tidak berada di posisi ideal sehingga traksi saat akselerasi berkurang. “Kami kehilangan drive, bukan tenaga. Posisi motor yang salah untuk berakselerasi,” tambahnya.
Kehilangan Acosta menjadi pukulan tersendiri. Pembalap muda Spanyol itu mampu menutupi kelemahan motor berkat gaya balapnya yang agresif. “Saya tidak akan berbohong, saya ingin Pedro bertahan. Tapi mungkin memang harus begini. Tekanan sangat besar dan motor perlu lebih baik. Pedro lebih baik dari motornya,” kata Beirer.
Meski kehilangan Acosta, KTM menyambut musim 2027 dengan optimisme tinggi. Regulasi baru memungkinkan mereka merancang mesin, sasis, dan komponen lain tanpa terikat paket lama. “Kami sudah lama di MotoGP, tetapi belum pernah benar-benar membuat motor baru secara total. Selama ini hanya menambal sana-sini. Dengan kertas putih ini, kami bisa menuangkan pengalaman 10 tahun ke dalam motor baru,” jelas Beirer.
“Motor baru, pembalap baru, dan pembalap yang benar-benar ingin bergabung dengan kami akan memberikan motivasi baru untuk bekerja positif menuju masa depan.”
— Pit Beirer, Direktur Motorsport KTM
Beirer juga menepis kritik yang selama ini menghantam tim. “Cemoohan terhadap kami, motor, dan tim tidak membuat motor lebih baik. Kami tahu kelemahan, tapi kami juga punya kekuatan. Kami ingin menutup celah dengan para pemimpin klasemen,” tegasnya.
Bagi penggemar MotoGP di Indonesia, langkah KTM ini patut dicermati. Tim pabrikan asal Austria itu memiliki basis penggemar yang cukup besar di Tanah Air, terutama setelah Brad Binder dan Pedro Acosta sering tampil impresif. Jika KTM berhasil bangkit pada 2027, persaingan di papan atas diprediksi semakin ketat dan menghibur.
Pertanyaannya, mampukah KTM memanfaatkan regulasi baru untuk benar-benar menantang dominasi Ducati dan Aprilia? Atau justru sebaliknya, mereka tetap tertinggal karena proses adaptasi yang tidak instan? Yang jelas, 2027 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi KTM.



