Mercedes Pakai Livery Biru Spesial di GP Austin, Incar Gelar Juara Dunia Kimi Antonelli
Baca dalam 60 detik
- Mercedes akan turun dengan corak biru satu kali pakai di Grand Prix Amerika Serikat, hasil kolaborasi dengan program personalisasi MANUFAKTUR.
- Langkah ini menjadi bagian dari strategi komersial tim di pasar AS, sekaligus upaya menambah tekanan pada rival jelang akhir musim.
- Kimi Antonelli berpeluang mengunci titel juara dunia di Austin, sementara Toto Wolff menegaskan fokus pada eksekusi balapan per balapan.

Mercedes memilih pendekatan berbeda untuk Grand Prix Amerika Serikat akhir pekan ini. Tim asal Brackley itu akan menurunkan W17 dengan warna biru, menggantikan corak perak khas mereka, sebagai bagian dari kampanye bersama MANUFAKTUR—lini personalisasi Mercedes-Benz. Lebih dari sekadar kosmetik, livery ini menjadi penanda ambisi ganda: mengejar gelar juara dunia bersama Kimi Antonelli sekaligus memperkuat posisi komersial di pasar otomotif terbesar dunia.
Warna biru dipilih bukan tanpa alasan. MANUFAKTUR memungkinkan konsumen Mercedes-Benz, AMG, dan Maybach memesan cat, material, serta sentuhan buatan tangan sesuai selera. Menurut data tim, sekitar separuh mobil Mercedes yang terjual di Amerika Serikat dipesan dengan setidaknya satu fitur MANUFAKTUR. Angka itu menjelaskan mengapa Mercedes rela mengubah identitas visual mobil balapnya di Circuit of the Americas—sebuah ajang yang tidak hanya menentukan poin tetapi juga menjadi etalase bagi lini produk premium mereka.
Selain mobil, kedua pembalap akan tampil dengan seragam bernuansa biru: George Russell mengenakan setelan vintage blue, sementara Antonelli memakai steel blue. Masing-masing akan menggunakan Mercedes-AMG GT 4-Door Coupe dengan warna senada. Garasi tim di sirkuit pun mendapat sentuhan MANUFAKTUR. Untuk memperluas jangkauan, Mercedes menyiapkan berbagai aktivasi di South Congress, Amy’s, Tecovas, W Hotel, dan SCHEELS, serta membuka fan hub gratis di 400 Congress Avenue mulai Kamis.
Bagi Mercedes, langkah ini bukan sekadar pergantian warna. Dua balapan lalu di Sepang, tim merayakan kemitraan gelar dengan Petronas melalui penukaran posisi warna perak dan turquoise. Kini, di Austin, mereka kembali mengemas identitas visual sebagai alat komunikasi pasar. Prinsipal tim Toto Wolff menyebut akhir pekan di Austin akan menjadi momen penting di luar lintasan, dengan sejumlah aktivitas komersial di seluruh kota. “Inti dari semua itu adalah AMG dan pengambilalihan MANUFAKTUR, yang menghidupkan performa, keahlian, dan individualitas keluarga besar Mercedes sepanjang akhir pekan,” ujarnya dalam preview tim.
Meski demikian, Wolff menegaskan prioritas tetap pada performa di lintasan. Ia menyebut GP Amerika Serikat sebagai awal dari rangkaian triple-header yang menuntut. “Ada banyak hal yang dipertaruhkan, tetapi kami tidak akan mendahului diri sendiri. Prioritasnya adalah akhir pekan di depan mata: eksekusi yang baik, memaksimalkan performa, dan menjalani setiap balapan satu per satu,” kata Wolff. Pernyataan itu menggarisbawahi upaya Mercedes menjaga fokus di tengah peluang besar yang dihadapi Antonelli.
Bagi publik Indonesia, manuver Mercedes ini bisa dibaca sebagai cermin bagaimana tim F1 kian menempatkan diri sebagai merek gaya hidup, bukan sekadar konstruktor balap. Strategi serupa mungkin akan semakin sering muncul di kalangan tim lain, terutama menjelang balapan di pasar-pasar kunci. Namun, apakah pendekatan komersial semacam ini akan berbanding lurus dengan hasil di lintasan? Jawabannya akan terlihat di Austin, ketika Antonelli berusaha mengunci titel dan Mercedes menguji sejauh mana identitas visual dapat menjadi daya tarik di pasar global.



