Dybala Absen Empat Laga, Roma Masuki Krisis Cedera di Momen Krusial
Baca dalam 60 detik
- Paulo Dybala dipastikan melewatkan sedikitnya empat pertandingan Roma akibat cedera robekan kecil otot, dengan target kembali paling realistis pada 21 November.
- Absennya Dybala memperparah krisis cedera Roma yang sudah kehilangan Koné, Cristante, dan Svilar, memaksa Gasperini meracik ulang lini serang.
- Roma harus segera menemukan solusi taktis sebelum rangkaian laga berat, sementara Dybala yang sedang dalam performa apik harus menunda kontribusinya.

Paulo Dybala dipastikan menepi dari lapangan hijau untuk setidaknya empat pertandingan ke depan setelah tes medis mengonfirmasi adanya robekan kecil pada ototnya. Cedera ini menjadi pukulan telak bagi AS Roma yang tengah berjuang mengarungi jadwal padat Serie A dan Liga Champions, terlebih sang pemain baru saja menunjukkan performa impresif di awal musim.
Menurut laporan Calciomercato.com, playmaker asal Argentina itu akan absen pada laga Liga Champions melawan Slovan Bratislava, lawatan ke markas Napoli akhir pekan ini, serta dua pertandingan Serie A kontra Cagliari dan Udinese. Tim ibu kota berharap Dybala bisa kembali saat menghadapi Manchester United di Liga Champions pada 3 November, meski laga menjamu Sassuolo empat hari berselang dinilai lebih masuk akal. Namun, partai tandang ke Parma pada 21 November disebut sebagai target yang paling realistis untuk comeback sang pemain.
Cedera ini bermula ketika Dybala merasakan kelelahan saat melawan Real Madrid dan ditarik keluar pada babak pertama. Pelatih Gian Piero Gasperini mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan robekan kecil, dan proses pemulihan diperkirakan memakan waktu beberapa pekan lagi. "Ini adalah pukulan setelah awal yang kuat bagi pemain berusia 32 tahun itu," ujar Gasperini, seperti dikutip dari sumber tersebut. Dybala sendiri telah memulai setiap pertandingan liga dan Liga Champions musim ini, bahkan bermain penuh 90 menit melawan Atalanta dan Inter, serta mencatatkan empat assist di Serie A.
Absennya Dybala menambah panjang daftar cedera Roma. Gelandang Manu Koné, Bryan Cristante, dan kiper Mile Svilar juga masih menjalani perawatan. Krisis ini memaksa Gasperini memutar otak untuk meracik komposisi starting XI. Matías Soulé dan Rodrigo Mora menjadi kandidat utama untuk mengisi posisi di belakang striker, dengan Lorenzo Pellegrini sebagai alternatif dan Niccolò Pisilli sebagai opsi darurat. Gasperini pun disebut bisa mengubah formasi dengan hanya memainkan satu gelandang serang di belakang dua penyerang.
Kembalinya Donyell Malen dari sanksi di Serie A dan gol Santiago Castro saat kemenangan 2-0 atas Genoa pada Sabtu lalu memberikan sedikit angin segar. Namun, kehilangan Dybala di momen krusial bisa menjadi bumerang bagi Roma yang sedang berupaya menjaga konsistensi di kompetisi domestik dan Eropa. Kreativitas lini serang menjadi taruhan, mengingat peran sentral mantan pemain Juventus itu dalam membangun serangan dan menciptakan peluang.
Bagi sepak bola Indonesia, kasus cedera Dybala ini bisa menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya manajemen beban pemain, terutama bagi tim yang berlaga di kompetisi padat. Klub-klub Liga 1 dan Timnas Indonesia sering menghadapi jadwal ketat, dan risiko cedera otot meningkat jika rotasi tidak dilakukan dengan bijak. Pengalaman Roma menunjukkan bahwa kehilangan satu pemain kunci dapat mengguncang keseimbangan tim, terlebih jika terjadi di tengah jadwal yang menuntut hasil maksimal.
Ke depan, Roma harus segera menemukan solusi taktis agar tidak kehilangan momentum. Gasperini dituntut untuk memaksimalkan kedalaman skuad yang ada, sambil berharap Dybala bisa pulih tepat waktu. Pertanyaannya, mampukah Roma bertahan tanpa sang maestro hingga pertengahan November, atau justru terpuruk di saat rival-rival mulai menemukan performa terbaiknya?



