Sony Luncurkan PS5 Edisi Midnight Black Rp5,4 Juta, Tapi Hanya untuk Jepang
Baca dalam 60 detik
- Sony merilis PS5 Digital Edition Midnight Black dengan harga 55.000 yen (sekitar Rp5,4 juta) dan mulai pre-order 20 Oktober, tetapi hanya tersedia di Jepang.
- Konsol ini dikunci untuk bahasa dan akun Jepang, sehingga pengguna internasional akan kesulitan mengaksesnya.
- Langkah ini merupakan strategi Sony untuk bersaing dengan Nintendo di pasar domestik, sementara konsumen global dihadapkan pada harga PS5 yang terus naik.

Sony kembali mengguncang pasar konsol dengan mengumumkan PlayStation 5 Digital Edition Midnight Black, varian anyar yang dibanderol 55.000 yen atau sekitar Rp5,4 juta (kurs 1 yen = Rp98). Pre-order dibuka pada 20 Oktober dan pengiriman dijadwalkan 19 November, bertepatan dengan peluncuran game paling dinanti, Grand Theft Auto 6. Namun, ada twist: konsol ini hanya dijual di Jepang dan dikunci untuk wilayah tersebut.
Keputusan Sony menghadirkan versi murah ini tak lepas dari tekanan biaya produksi dan kebijakan tarif impor yang membuat harga PS5 di pasar global melambung. Di Amerika Serikat, misalnya, harga PS5 standar kini mencapai $599 (sekitar Rp9,3 juta) per September 2025. Sementara itu, di Jepang, Sony berupaya mempertahankan daya saing melawan Nintendo yang juga memiliki versi Jepang-only untuk Switch 2 seharga 49.980 yen (sekitar Rp4,9 juta). Langkah ini sekaligus menjadi strategi defensif Sony di pasar domestik yang semakin ketat.
Bagi gamer di luar Jepang, mendapatkan konsol ini bukan perkara mudah. Retailer online seperti Amazon Japan, Rakuten, dan Yodobashi memblokir penjualan ke luar negeri. Lebih dari itu, Sony Interactive Entertainment menegaskan bahwa PS5 edisi Jepang hanya kompatibel dengan akun PlayStation yang terdaftar di wilayah Jepang. "Konsol PS5 Digital Edition hanya mendukung bahasa Jepang dan kompatibel dengan akun PlayStation Jepang (dengan negara/wilayah diatur ke Jepang). Akun dari negara/wilayah lain tidak didukung," demikian pernyataan resmi Sony di situs dukungannya.
"Konsol ini dirancang untuk memenuhi permintaan spesifik pasar Jepang, di mana sensitivitas harga sangat tinggi," ujar seorang juru bicara Sony dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Polygon.
Meski demikian, ada opsi lain bagi penggemar PlayStation di luar Jepang. Sony menjual cover Midnight Black secara terpisah untuk model PS5 standar, sehingga pengguna dapat mengubah tampilan konsol mereka tanpa harus membeli unit baru. Alternatif lainnya adalah membeli PS5 second-hand atau unit baru sebelum harga kembali naik. Langkah ini dinilai lebih praktis ketimbang memaksakan diri mengimpor konsol yang terkunci region.
Dari kacamata industri, langkah Sony ini mencerminkan fragmentasi pasar konsol yang semakin nyata. Produsen harus menyesuaikan harga dan fitur dengan kondisi lokal, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan perdagangan yang proteksionis. Nintendo lebih dulu menerapkan strategi serupa dengan Switch 2 versi Jepang, yang meski lebih murah, juga terkunci region. Fenomena ini menandakan bahwa era konsol dengan harga seragam di seluruh dunia mungkin segera berakhir.
Bagi konsumen Indonesia, PS5 Midnight Black ini kemungkinan besar tidak akan hadir secara resmi. Harga PS5 di Indonesia sendiri sudah cukup tinggi, berkisar Rp8-9 juta untuk versi standar. Jika pun ada yang menjual secara grey market, harganya bisa jauh lebih mahal karena biaya impor dan keterbatasan akses. Penggemar Tanah Air sebaiknya menunggu kebijakan resmi Sony atau mempertimbangkan opsi konsol lain yang lebih terjangkau.
Ke depan, pertanyaannya: akankah Sony memperluas strategi region-lock ini ke pasar lain? Ataukah ini hanya solusi sementara untuk meredam gejolak harga di Jepang? Yang jelas, persaingan di pasar konsol semakin dinamis, dan konsumen dituntut lebih cermat dalam memilih.



