Everton Di Ambang Krisis: Norgaard Diragukan, Hackney Terbuang
Baca dalam 60 detik
- Christian Norgaard menuai sorotan setelah penampilan buruk melawan Chelsea, sementara Hayden Hackney justru tak dimainkan.
- Kebijakan transfer Everton di bawah Friedkin Group kembali dipertanyakan setelah gagal mendatangkan pemain sesuai kebutuhan Moyes.
- Jika tren ini berlanjut, Everton berisiko kehilangan momentum dan menjauh dari persaingan Eropa.

Kekalahan Everton dari Chelsea di Hill Dickinson pada Sabtu lalu bukan sekadar kehilangan tiga poin, melainkan sinyal bahwa skuad asuhan David Moyes belum berada di level yang diharapkan. Sorotan utama jatuh pada gelandang veteran Christian Norgaard, yang didatangkan dari Arsenal seharga ยฃ7 juta pada Agustus lalu, namun tampil jauh dari ekspektasi saat dimasukkan di babak kedua.
Norgaard, 32 tahun, hanya menyentuh bola 13 kali dan kehilangan penguasaan bola empat kali, serta langsung mendapat kartu kuning. Penampilan itu kontras dengan reputasinya sebagai penggawa tangguh selama memperkuat Brentford. Kebugaran dan ketajaman permainannya dipertanyakan, terutama setelah musim lalu hanya menjadi pemain pelapis di Emirates.
Yang lebih mengusik publik Goodison Park adalah keputusan Moyes untuk memilih Norgaard ketimbang Hayden Hackney. Gelandang berusia 23 tahun itu didatangkan dari Middlesbrough dengan harga ยฃ16 juta setelah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Championship 2025/26, tetapi belum sekalipun menjadi starter sejak laga pembuka musim. Padahal, Everton sedang membutuhkan kreativitas dan energi di lini tengah, terlebih James Garner tengah menurun performanya.
Kritik terhadap kebijakan transfer Everton juga mengarah pada pemilik klub, The Friedkin Group. Setelah musim lalu dinilai gagal oleh CEO Angus Kinnear, ekspektasi untuk belanja besar di jendela transfer musim panas justru tak terwujud. Moyes hanya diberi dana terbatas, dan perekrutan pemain seperti Maitland-Niles serta Norgaard terkesan sebagai solusi tambal sulam. Sementara itu, Jake O'Brien yang sebelumnya mengisi pos bek kanan justru tersingkir dari starting XI, memperlihatkan inkonsistensi dalam pengambilan keputusan taktik.
"Jika Moyes ragu terhadap Hackney dan lebih memilih Norgaard, ini bisa menjadi masalah besar," tulis analis Football FanCast, Angus, menggambarkan kebingungan suporter di tribun.
Everton memang masih berada di jalur yang oke di klasemen, tetapi performa individual beberapa pemain menunjukkan keretakan yang lebih dalam. Norgaard dan Maitland-Niles, meski didatangkan dengan biaya relatif murah, belum memberikan nilai tambah yang signifikan. Sebaliknya, Hackney yang muda dan berbakat justru dipinggirkan. Jika situasi ini tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin ambisi Everton untuk kembali bersaing di kompetisi Eropa akan pupus sebelum musim berakhir.
Pertanyaannya kini: apakah Moyes akan memberi kesempatan kepada Hackney dan pemain muda lainnya, atau terus bertahan dengan pilihan yang terbukti kurang efektif? Dalam beberapa pekan ke depan, keputusan di ruang ganti akan menentukan arah musim Everton.



