Monero di Ambang Badai: Leverage Futures Naik, Sinyal Likuidasi Besar Mengintai
Baca dalam 60 detik
- Nilai kontrak terbuka (open interest) futures Monero menembus US$300 juta, mendekati rekor Januari sekitar US$320 juta, memicu kekhawatiran lonjakan volatilitas.
- Posisi long yang menumpuk membuat harga rentan terhadap koreksi tajam; pada Januari, pola serupa berujung pada anjloknya XMR hingga 66% dalam 20 hari.
- Jika sejarah terulang, gelombang likuidasi bisa mengguncang pasar dan menekan harga Monero, dengan implikasi bagi likuiditas dan sentimen investor ritel maupun institusi.

Monero (XMR), koin privasi terbesar kedua dengan kapitalisasi pasar US$10,9 miliar, kembali menjadi sorotan setelah nilai kontrak terbuka (open interest) futures-nya melonjak melewati US$300 juta. Angka ini mendekati puncak Januari 2026 yang mencapai sekitar US$320 juta, memicu kekhawatiran akan gelombang likuidasi besar yang dapat mengguncang harga.
Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa sepanjang tahun ini, open interest Monero hanya beberapa kali menembus level tersebut. Kenaikan ini terjadi seiring dengan penguatan harga spot XMR yang baru-baru ini menembus US$600, level tertinggi sejak Januari. Kombinasi antara harga yang naik dan akumulasi posisi leveraged menciptakan kondisi pasar yang rapuh.
Open interest diukur dalam dolar dan jumlah koin. Dalam dolar, angka tersebut mencerminkan ukuran posisi pasar saat ini dan memudahkan perbandingan dengan aset kripto lain. Sementara itu, dalam satuan koin, open interest Monero mencapai 515,73 ribu XMR, tertinggi dalam lima minggu dan melonjak dari 400 ribu XMR pekan lalu. Kedua metrik ini menunjukkan bahwa minat spekulatif terhadap Monero sedang memanas.
Analis kripto pseudonim Doctor Profit, yang sebelumnya tepat memprediksi puncak Bitcoin 2025, mengingatkan bahwa pola serupa pernah terjadi pada Januari. Saat itu, open interest mencapai rekor tertinggi bersamaan dengan kenaikan harga, mencerminkan penumpukan posisi long yang berlebihan. Harga spot Monero sempat menyentuh US$790 pada 14 Januari, namun anjlok di bawah US$300 pada pekan pertama Februari. Menurut Coinglass, likuidasi posisi long senilai beberapa juta dolar menjadi pemicu utama.
Mekanisme likuidasi terjadi karena futures melibatkan leverage, di mana trader hanya menyetor margin kecil untuk mengendalikan posisi yang jauh lebih besar. Ketika harga bergerak melawan posisi, margin tergerus dan bursa terpaksa menutup posisi untuk mencegah kerugian melebihi jaminan. Likuidasi posisi long, yang bertaruh pada kenaikan harga, justru menambah tekanan jual di pasar. Jika mayoritas trader berada di sisi long, penurunan harga sedikit saja dapat memicu likuidasi massal dan mempercepat crash.
"Terakhir kali open interest mencapai level itu adalah Januari 2026. Monero crash 66% dalam 20 hari berikutnya. Saya mencium aroma likuidasi besar di XMR," ujar Doctor Profit, seperti dikutip dari Coindesk.
Meski demikian, tidak ada jaminan sejarah akan terulang. Pasar kripto sedang menanti apakah kenaikan open interest kali ini akan diikuti oleh koreksi tajam atau justru berlanjutnya tren bullish. Faktor eksternal seperti sentimen makro dan likuiditas global juga akan berperan.
Bagi investor Indonesia, dinamika Monero patut dicermati karena aset kripto ini diperdagangkan di berbagai bursa global dan domestik. Meskipun Monero tidak selalu menjadi fokus utama, pergerakan harga yang ekstrem dapat memengaruhi sentimen pasar kripto secara keseluruhan, termasuk aset lain yang lebih populer di Indonesia. Regulator dalam negeri, Bappebti, terus mengawasi perdagangan aset kripto, dan lonjakan volatilitas seperti ini menjadi pengingat akan risiko leverage yang tinggi.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah open interest Monero akan terus menanjak hingga melampaui rekor Januari, atau justru berbalik arah seiring trader mengurangi posisi. Jika likuidasi besar terjadi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pemegang XMR, tetapi juga oleh pasar kripto yang lebih luas. Investor disarankan memantau data open interest dan likuidasi secara berkala untuk mengantisipasi gejolak.



