Piala Asia 2027: Ujian Berat Timnas Indonesia di Grup F, Mampukah Herdman Lampaui Shin Tae-yong?
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia akan tampil di Piala Asia 2027 Arab Saudi, tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.
- Prestasi terbaik Garuda sejauh ini adalah mencapai 16 besar pada edisi 2023 di bawah asuhan Shin Tae-yong.
- Pelatih John Herdman dituntut membawa skuad Merah Putih melampaui capaian tersebut, meski tantangan berat menghadang.

Timnas Indonesia memastikan diri kembali ke panggung Piala Asia setelah absen dalam tiga edisi sebelumnya. Pada Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi, 7 Januari–5 Februari 2027, skuad Garuda tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Ini menjadi partisipasi keenam sepanjang sejarah, sekaligus ujian bagi pelatih John Herdman untuk melampaui torehan terbaik yang diraih pendahulunya, Shin Tae-yong.
Piala Asia 2023 di Qatar menjadi titik balik bagi Timnas Indonesia. Saat itu, di bawah komando Shin Tae-yong, skuad Merah Putih untuk pertama kalinya lolos dari fase grup. Kemenangan 1-0 atas Vietnam menjadi kunci, meski dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan dari Irak (1-3) dan Jepang (1-3). Berkat status peringkat ketiga terbaik, Indonesia melaju ke 16 besar, sebelum akhirnya dihentikan Australia dengan skor telak 0-4. Meski kandas, capaian itu menjadi sejarah baru karena sebelumnya Indonesia selalu tersingkir di fase grup.
Perjalanan Indonesia di Piala Asia memang penuh liku. Sejak pertama kali lolos pada edisi 1996 di UEA, Indonesia sempat empat kali beruntun tampil di putaran final. Namun, setelah 2007, Indonesia tiga kali absen, termasuk pada 2019 akibat sanksi disiplin dari FIFA. Kini, dengan format baru dan persaingan yang semakin ketat, Herdman dihadapkan pada tuntutan untuk membawa Indonesia lebih jauh.
Grup F jelas bukan wilayah yang ramah. Jepang, yang secara konsisten menempati peringkat teratas FIFA di Asia, menjadi favorit utama. Qatar, juara Piala Asia 2019 dan 2023, juga memiliki pengalaman dan kualitas. Thailand, rival klasik di Asia Tenggara, selalu menyulitkan. Secara peringkat, Indonesia berada di bawah ketiganya. Namun, sepak bola tidak selalu soal peringkat. Herdman, yang memiliki pengalaman menangani tim nasional Kanada dan pernah membawa mereka ke Piala Dunia 2022, diharapkan mampu meracik strategi yang tepat.
Sejak ditunjuk menggantikan Shin Tae-yong, Herdman telah menunjukkan gebrakan dengan mencoba berbagai formasi dan memanggil pemain diaspora. Tantangan terbesarnya adalah membangun konsistensi dan mentalitas juara di lini masa persiapan menuju 2027. Publik tentu berharap Indonesia tidak sekadar ikut meramaikan, tetapi mampu berbicara banyak. Dengan waktu sekitar satu tahun lagi, persiapan matang menjadi harga mati.
Jika melihat sejarah, Indonesia memiliki potensi untuk melangkah lebih jauh. Pada edisi 2023, mereka sempat menahan imbang Vietnam dan hanya kalah tipis dari Irak dan Jepang. Dengan pengalaman tersebut, para pemain kini lebih matang. Ditambah lagi, beberapa pemain muda Indonesia mulai menembus kompetisi Eropa, yang bisa menjadi modal berharga. Herdman punya bahan mentah yang menjanjikan.
Namun, tantangan eksternal juga tidak ringan. Jepang dan Qatar akan menjadi ujian sesungguhnya. Thailand, yang sering menjadi batu sandungan, tidak bisa diremehkan. Indonesia harus mampu memaksimalkan laga melawan Thailand dan mengambil poin dari Qatar atau Jepang jika ingin lolos ke babak gugur. Kunci utamanya adalah konsistensi dan efektivitas di depan gawang.
Piala Asia 2027 akan menjadi tolok ukur kemajuan sepak bola Indonesia di bawah kepemimpinan Herdman. Mampukah skuad Garuda mengukir sejarah baru dengan melangkah lebih jauh dari 16 besar? Ataukah justru terhenti di fase grup seperti edisi-edisi sebelumnya? Jawabannya akan terlihat di lapangan, tetapi satu hal yang pasti: ekspektasi publik sudah meninggi, dan Herdman dituntut untuk membuktikan bahwa Indonesia layak diperhitungkan di level Asia.



